Kepala BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Bengkulu dan Baubau
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap penyebab terjadinya kasus keracunan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu dan Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Untuk di Bengkulu, Dadan mengatakan, keracunan disebabkan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang baru beroperasi. Dadan menyatakan, SPPG yang baru beroperasi seharusnya beroperasi secara bertahap. Hal ini untuk menjaga kualitas karena memasak untuk belasan porsi berbeda dengan ribuan porsi makanan.
“Pertama, disebabkan oleh baru beroperasinya SPPG seperti yang di Bengkulu. Kami sarankan SPPG baru mulai secara bertahap karena ibu-ibu yang biasa masak 4–10 orang belum tentu bisa langsung memasak untuk 1.000–3.000 porsi,” kata Dadan di kantornya, Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Ia mencontohkan, jika satu SPPG melayani 20 sekolah, maka pada hari pertama cukup melayani dua sekolah, kemudian bertahap bertambah hingga dapat melayani seluruh sekolah.
Diberitakan, sebanyak 539 siswa dan guru di Lebong, Bengkulu mengalami keracunan seusai menyantap MBG pada akhir Agustus 2025 lalu.
Tak hanya di Bengkulu, kasus keracunan MBG juga menimpa 37 siswa SMA Negeri 7 dan SD Hidayatullah Baubau, Sulawesi Tenggara. Dadan menjelaskan, meski SPPG di wilayah tersebut sudah berjalan delapan bulan lamanya, kasus keracunan muncul karena adanya pergantian pemasok bahan baku.
“Supplier yang rutin diganti dengan supplier lokal yang mungkin belum siap (menyuplai bahan segar dalam porsi besar, red),” ujarnya.
Dadan menegaskan pihaknya terus berupaya agar insiden serupa tidak terulang. Ia menyebut hingga saat ini Badan Gizi Nasional telah menyediakan 1 miliar porsi makan.
“Targetnya tetap harus zero incident. Kita ingin membuat anak cerdas, sehat, kuat, jadi makanannya harus dikonsumsi dengan baik dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan,” tutur dia.
Selain Bengkulu dan Baubau, kasus keracunan juga menimpa belasan siswa SMAN 2 Lamongan, Jawa Timur juga dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan usai menyantap MBG, pada Rabu (17/9/2025). Para murid awalnya dilaporkan mengalami mual dan pusing setelah mengkonsumsi MBG.

