Wamendes PDT: Penurunan Stunting Investasi Terbesar Siapkan Generasi Emas Indonesia 2045
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, tapi cermin kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Menurut Riza, jika anak-anak Indonesia tumbuh tidak optimal, maka daya saing bangsapun akan melemah.
"Karena itu, keberhasilan kita menurunkan stunting adalah investasi terbesar untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045," ujar Riza dalam keterangan yang diterima, Rabu (17/9/2025).
Riza menjelaskan, pemerintah telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai agenda prioritas nasional. Namun, Riza menekankan jika penurunan stunting menjadi tugas bersama, bukan hanya pemerintah.
Selain program dari Kementerian Desa menggalakkan Kolaborasi OCTAHELIX, yaitu keterlibatan semua unsur bangsa dari mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah sampai padaentitas teknologi dan inovasi.
"Kolaborasi inilah yang akan mempercepat langkah kita, karena stunting hanya bisa diatasi bila kita bekerja bersama," kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.
Lebih lanjut, Riza berharap di setiap desa di Indonesia yang berjumlah 75.256 itu menjadi basis solusi. Melalui program Investing in Nutrition and Early Years (INEY), penguatan kader, dan pemanfaatan data desa, Indonesia sudah punya fondasi.
"Tugas kita saat ini adalah memastikan fondasi tersebut ditindaklanjuti dengan kerja nyata, koordinasi erat, dan sinergi yang konsisten," terang Riza.
Oleh karena itu, pada rapat antar kementerian/lembaga dalam upaya percepatan penurunan stunting di desa yang digelar di Best Western Hotel, Jakarta, Selasa (16/9/2025) tersebut, Riza menyatakan agar dapat didorong sinergi pusat dan daerah serta komitmen dalam rangka peningkatan implementasi dan pencegahan stunting. Di antaranya adalah dengan optimalisasi pemanfaatan electronic Human Development Worker (e-HDW) dalam memantau cakupan layanan maupun pemanfaatan data konvergensi untuk menentukan arah kebijakan perencanaan program pembangunan khususnya di desa terkait pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
"Menempatkan pencegahan stunting sebagai prioritas, termasuk pembangunan sarana kesehatan dan sanitasi serta penguatan koordinasi TPPS di semua tingkatan, dari pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa," kata Riza.
Selain itu, harus ada kolaborasi lintas sektor kesehatan, pendidikan, pangan, sosial, hingga infrastruktur yang benar-benar menyatu dalam konvergensi. Berdasarkan hasil data perkembangan jumlah desa yang melakukan konvergensi, Riza berharap data itu jadi perhatian dan harus segera ditindaklanjuti.
Riza menambahkan, forum ini diharapkan jadi ajang menyatukan pandangan, mengidentifikasi hambatan, dan merumuskan solusi konkret. Riza tidak ingin rapat ini berhenti pada diskusi, melainkan menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RKTL) yang nyata, dapat diimplementasikan, dan berdampak langsung bagi percepatan penurunan stunting di desa.
"Saya menyadari bahwa pencegahan dan percepatan penurunan stunting bukanlah pekerjaan mudah. Namun, saya percaya bahwa dengan kerja bersama, koordinasi yang erat, dan komitmen yang kuat, kita mampu memperbaiki capaian yang masih rendah di triwulan II, dan mendorong peningkatan signifikan di triwulan III dan IV. Mari kita jadikan forum ini sebagai momentum untuk memperkuat langkah bersama, demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas," pungkas Riza.

