Kemenhan Bantah Isu Darurat Militer Saat Demo Berujung Rusuh Akhir Agustus
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menegaskan tidak ada niat untuk mengarahkan situasi kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus lalu menuju penerapan darurat militer. Penegasan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kemenhan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, di Jakarta, Senin (8/9/2025).
“Tidak ada niatan kita untuk mengambil alih darurat militer, itu sangat jauh sekali karena darurat militer pun ada tahapannya,” ujar Frega. Ia meluruskan kabar yang beredar bahwa Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mendorong penerapan darurat militer pascakericuhan.
Frega juga membantah isu yang menyebut Menhan turut mendorong pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, hal itu sama sekali tidak benar karena bukan kewenangan seorang Menhan. “Penggantian Kapolri bukanlah kewenangan dari seorang Menteri Pertahanan, sehingga kabar itu tidak berdasar,” tegasnya.
Baca Juga
Terkait keterlibatan TNI dalam pengamanan, Frega menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk perbantuan kepada Polri, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan permintaan Kapolri kepada Panglima TNI pada 30 Agustus 2025. “Ini adalah bentuk perbantuan TNI kepada Polri atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan permintaan Kapolri kepada Panglima TNI pada 30 Agustus 2025,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa mekanisme perbantuan TNI kepada Polri sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 dan revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk mengaitkan hal tersebut dengan upaya pengambilalihan peran Polri oleh TNI. “Sama sekali tidak betul (kabar) TNI ingin mengambil alih peran polisi,” tambahnya.
Frega menekankan bahwa soliditas antara TNI, Polri, dan Kemenhan tetap terjaga dalam menjaga stabilitas nasional. Ia bahkan menyebut pihaknya telah menawarkan bantuan kepada Kapolri untuk mendukung operasional di lapangan. “Mari kita kawal bersama Indonesia supaya apa yang divisikan pemerintah untuk membawa kemajuan bisa terwujud,” tutupnya.

