Sumenep Darurat Campak 17 Korban Meninggal, Dasco Minta Menkes Bergerak Cepat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kejadian luar biasa (KLB) campak melanda Sumenep, Jawa Timur. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah menghubungi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membicarakan terkait hal tersebut.
"Ya semalam saya sudah langsung telepon dengan Menteri Kesehatan," kata Dasco di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (26/8/2025).
Baca Juga
Menkes Ungkap 24 Kasus Pasien Meninggal Dunia Akibat Dugaan Malpraktik, 13 Kasus Terjadi di 2025
Dasco meminta agar Menkes mempercepat langkah-langkah penanganan KLB campak di Sumenep. Ia berharap agar kasus KLB campak tidak terulang kembali. "Segera meminta diambil langkah-langkah preventif agar hal tersebut bisa cepat tertanggulangi," ujarnya.
Sebanyak 2.035 kasus campak terdeteksi dan 17 orang meninggal dunia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) sebelumnya telah menetapkan status
kejadian luar biasa atau KLB campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Dikutip dari lama resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Pemkab Sumenep menerbitkan Surat Edaran dengan Nomor: 400.7/191/102.5/2025 tentang Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak di Kabupaten Sumenep. Dalam SE tersebut, lembaga lintas sektor, organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus tinggi, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi perempuan diminta berperan aktif dalam upaya penanganan ORI campak.
"Pelaksanaan kegiatan ORI campak dilaksanakan serentak di wilayah kerja 26 puskesmas mulai 25 Agustus-6 September 2025," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi dalam suratnya, Senin (25/8/2025).

