Dorong Stimulus Ekonomi, Diskon Transportasi hingga Bansos Bergulir hingga Juli 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa sejumlah program bantuan dan insentif sudah mulai terealisasi, sebagian lainnya digulirkan hingga Juli 2025. Hal itu dilakukan untuk terus mendorong percepatan realisasi stimulus ekonomi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan global dan domestik.
“Barusan rapat terkait dengan stimulus ekonomi tadi sudah dilaporkan terkait dengan implementasi diskon transportasi dimana ini diharapkan nanti masih ada satu lagi menjelang anak sekolah, nah ini bisa berjalan,” ujar Airlangga dalam acara Konferensi Pers terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Perkembangan Perekonomian di Selasar Loka Kretagama , Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Diketahui, pemerintah telah mengimplementasikan diskon transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur sekolah. Diskon ini mencakup tiket kereta api (diskon 30%), tiket pesawat (PPN ditanggung pemerintah/DTP 6%) dan tiket bus antarkota. Program ini akan kembali digulirkan menjelang tahun ajaran baru guna meringankan beban biaya transportasi keluarga.
Airlangga menjelaskan, pemerintah juga kembali menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta yang masuk dalam kriteria UMP/UMK. Hingga saat ini, BSU telah tersalurkan kepada 11,46 juta pekerja dari total target penerima sebanyak 17,3 juta.
"Nah, kemudian juga perpanjangan iuran JKK itu juga sebagian sudah diserap kemudian juga penebalan bantuan sosial yang terkait Rp 200 ribu per bulan," kata Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menyebut, pemerintah juga melanjutkan distribusi bantuan pangan berupa beras dan bahan pokok lainnya untuk masyarakat rentan. Program ini akan berjalan beriringan dengan bantuan sosial tunai.
Di sisi lain, Airlangga membeberkan bahwa stimulus juga disalurkan ke sektor pendidikan, termasuk bantuan untuk program PAUD, serta lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Airlangga menambahkan, sebagian stimulus ekonomi digulirkan pada bulan Juli karena anggaran baru dapat dicairkan secara efektif pada periode tersebut.
“Dengan demikian, seluruh program stimulus ekonomi ini beberapa digulirkan ke bulan Juli karena sebagian anggarannya baru bisa dipakai,” pungkas Airlangga

