Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Libur Lebaran 2026, Ada Diskon Tiket hingga Bantuan Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah resmi mengumumkan rangkaian program stimulus ekonomi menyambut periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Lebaran Idulfitri 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta, sebagai upaya mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa langkah ini diambil berkaca pada keberhasilan stimulus pada periode sebelumnya.
"Terbukti di periode yang lalu, termasuk Nataru, meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin sampai dengan 5,39%," ujar Airlangga dalam acara Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi Triwulan 1 dan Kesiapan Angkutan Idulfitri 2026, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga
KAI Catat 655.407 Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual per 7 Februari
Ia menambahkan bahwa pada tahun 2025, mobilitas masyarakat saat Lebaran mencapai 154,62 juta orang. Pemerintah telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk memastikan program ini berjalan efektif. Airlangga merinci bahwa total anggaran yang disiapkan mencapai ratusan miliar rupiah.
"Total anggarannya adalah Rp 911,16 miliar berasal dari APBN maupun non-APBN," jelasnya.
Airlangga mengatakan, fokus utama dari anggaran ini adalah pemberian diskon tarif transportasi di berbagai lini, mulai dari darat, laut, hingga udara. Untuk sektor perkeretaapian, diskon diberikan sebesar 30% bagi penumpang yang bepergian pada periode 14 hingga 29 Maret 2026.
"Khusus untuk di tempat ini, PT Kereta Api itu untuk perjalanan periode tanggal 14 sampai dengan 29 Maret 2026 diberikan diskon tarif sebesar 30%. Sekali lagi 30% dari harga tiket, targetnya 1,2 juta penumpang," kata Airlangga.
Baca Juga
Libur Lebaran Tambah Panjang, Pemerintah Berlakukan WFA pada 25-27 Maret 2026
Sektor laut melalui PT Pelni dan penyeberangan ASDP juga mendapatkan pemotongan tarif serupa untuk periode Maret hingga April. Tidak hanya transportasi darat dan laut, sektor penerbangan juga menjadi sasaran stimulus. Airlangga menyebutkan adanya diskon khusus untuk kelas ekonomi pada penerbangan domestik.
"Angkutan udara untuk periode 14 sampai 29 Maret 2026 dengan diskon tarif antara 17-18% untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri, targetnya 3,3 juta penumpang," tuturnya.
Selain insentif tarif, pemerintah memperkenalkan skema kerja fleksibel bagi para pekerja untuk mengurai kepadatan arus mudik. Airlangga menegaskan bahwa ini bukan merupakan hari libur tambahan, melainkan pengaturan lokasi kerja.
"Pemerintah menerapkan skema kerja Work From Anywhere, bukan libur ya, ini ini clear Work From Anywhere atau Flexible Working Arrangement itu tanggalnya 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret," tegasnya.
Airlangga menambahkan, kebijakan ini akan berlaku bagi ASN dan pegawai swasta melalui surat edaran kementerian terkait. Sebagai pelengkap stimulus dari sisi daya beli, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan kepada puluhan juta keluarga. Bantuan ini menargetkan masyarakat di desil 1 sampai desil 4 dengan total estimasi anggaran sebesar Rp 11,92 triliun yang mulai disalurkan pada bulan Ramadan.
"Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan, yaitu bentuk bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan. Target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat," jelas Airlangga.

