Meski Daya Beli Turun, Prospek Keuangan dan Saham Cimory (CMRY) Diprediksi Tak Goyah
JAKARTA, investortrust.id – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau Cimory mulai menghadapi tantangan di tengah penurunan daya beli dan pola konsumsi masyarakat, meski demikian prospek kinerja keuangan dan saham emiten ini tetap positif dalam jangka panjang. Hal ini menjadikan saham CMRY tetap layak untuk dipertahankan beli dengan potensi cuan ke depan.
Sucor Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa tantangan terlihat dari penurunan volume penjualan produk susu olahan pada kuartal I-2025, seiring dengan aksi konsumen mengurangi belanja non prioritas. Meski demikian penjualan masih berhasil melesat 12,4% dari Rp 2,16 triliun menjadi Rp 2,43 triliun pada kuartal I-2025 dan laba bersih melesat 24,3% dari Rp 386 miliar menjadi Rp 480 miliar.
Baca Juga
Melesat 24,21%, Cimory (CMRY) Kantongi Laba Segini di Kuartal I-2025
Sedangkan makanan konsumen menunjukkan peningkatan pesat mencapai 31% pada kuartal I-2025 atau mengimbangi pelemahan penjualan susu olahan. Pertumbuhan tersebut menjadikan penjualan dan laba bersih CMRY kuartal I tahun ini tetap melesat kuat.
“Kami pun menyesuaikan estimasi kinerja kami dan kini memperkirakan pertumbuhan pendapatan sebesar 14%, terutama didorong oleh peningkatan 21% di segmen makanan konsumen,” ujar tim riset Sucor Sekuritas dalam laporan yang diterbitkan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Terkait peningkatan pesat penjualan segmen makanan konsumen CMRY, menurut Sucor Sekuritas, dipicu pergeseran perilaku konsumsi menuju alternatif barang konsumen lebih hemat biaya. Hal ini membuat penjualan kategori makanan siap santap dan siap masak bertumbuh kuat sebanyak 11% YoY, melampaui pertumbuhan susu olahan sebanyak 7%.
Selain faktor pergerseran pola konsumsi, dia mengatakan, prospek kinerja keuangan dan saham CMRY akan didukung berlanjutnya ekspansi dengan alokasi dana berkisar Rp 600-800 miliar tahun ini. Dana akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi dan distribusi baru, terutama untuk mendukung pertumbuhan pesat di segmen makanan konsumen.
Baca Juga
Cimory (CMRY) Bagikan Dividen Rp 1,19 Triliun, Simak Jadwal Berikut
“Langkah strategis untuk mengamankan pertumbuhan volume tersebut diharapkan mulai berkontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan tahun 2026 dengan proyeksi kontribusi pertumbuhan pendapatan sebesar 14%,” terangnya.
Penurunan pola konsumsi bersamaan dengan inflasi biaya bahan baku mendorong Sucor Sekuritas untuk memangkas estimasi laba CMRY tahun 2025. Laba CMRY tahun ini diprediksi hanya tumbuh moderat 1% menjadi Rp 1,7 triliun akibat margin kotor diperkirakan terkontraksi sebesar 270 basis menjadi 42,5%.
Meski demikian, sekuritas ini tetap memandang positif prospek jangka panjang dan memproyeksikan laba akan kembali menunjukkan pertumbuhan yang kuat mulai 2026. Hal ini mendorong dipertahankannya rekomendasi beli saham CMRY dengan target harga Rp 5.825.
Target harga tersebut mempertimbangkan ekspansi yang kuat, permintaan bahan pokok yang solid dari segmen makanan konsumen, serta pengendalian biaya yang disiplin. Target harga ini merefleksikan valuasi PE tahun ini 26 kali, dibandingkan harga perdagangan saat ini sekitar 21 kali.

