Tim Kesehatan Haji Indonesia di Makkah Dapat Pujian Saudi National Hospital, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Saudi National Hospital (SNH), bagian dari Abeer Medical Group, mengapresiasi tinggi atas dedikasi dan profesionalisme Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji asal Indonesia.
Direktur Utama SNH, Faheem, memuji efektivitas koordinasi, kecepatan respons, serta kepedulian yang ditunjukkan oleh tim KKHI Makkah saat menangani pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit.
“Kami sangat terkesan dengan kerja sama Tim KKHI yang terorganisir dan profesional, serta mengikuti semua regulasi yang berlaku di Arab Saudi,” ujar Faheem, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Minggu (29/6/2025).
Baca Juga
Faheem juga memberikan apresiasi khusus kepada dr. Yudha selaku penanggung jawab visitasi rumah sakit, yang dinilai responsif dan kooperatif dalam setiap proses kolaborasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, Mohammad Imran, turut menyampaikan terima kasih kepada pihak SNH atas sinergi yang erat dalam upaya mendukung layanan kesehatan jemaah haji. “Kami mengapresiasi kolaborasi yang solid, mulai dari supervisi, perizinan KKHI Makkah, hingga proses rujukan pasien,” ungkap dr. Imran.
Berdasarkan data gabungan Tim KKHI Makkah dan SNH, tercatat sekitar 700 jemaah haji Indonesia sempat ditangani di instalasi gawat darurat (IGD) SNH. Dari jumlah tersebut, lebih dari 460 pasien menjalani rawat inap, sementara sekitar 150 pasien menerima tindakan medis lanjutan.
Baca Juga
BPKH Perlu Tiru Malaysia, Subsidi Haji Hanya untuk Kelompok Miskin dan Menengah
Menurut Yudha Mathan, penanggung jawab Tim Visitasi RS Arab Saudi Daker Makkah, sebagian besar kasus yang ditangani meliputi, yaitu penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan atas dan bawah (ISPA & pneumonia), patah tulang, penanganan gawat darurat di ICU.
Kerja sama erat antara Tim KKHI dan SNH ini dinilai berhasil mempercepat penanganan medis serta memberikan rasa aman dan tenang bagi para jemaah haji yang sakit. “Mereka merasa tidak sendirian. Mereka mendapatkan perhatian penuh, baik dari tim medis Indonesia maupun pihak rumah sakit di Arab Saudi,” jelas Yudha.

