Pembangunan IKN Tetap Berjalan, Investor China – Malaysia Kucurkan Dana Rp 132 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, optimistis pembangunan ibu kota baru tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini ditunjukkan nilai proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang sedang diproses mencapai Rp 132 triliun.
“Jadi dengan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha, ada beberapa kegiatan yang sedang diproses, totalnya adalah Rp 132 triliun. Tidak hanya dari Indonesia, tapi juga ada dari Malaysia - IJM, dan dari China - China Harbour Engineering Company,” ungkap Basuki saat virtual meeting bersama media dan Indonesian Diaspora Network Global, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga
Bakal Tambah 30 'Tower' Rusun ASN, OIKN Butuh Anggaran Rp 6 Triliun
Adapun konsorsium antara China – Malaysia akan terfokus pada proyek jalan, multi-utility tunnel (MUT), hingga kawasan hunian buat masyarakat IKN nantinya. “Jadi totalnya Rp 132 triliun untuk kegiatan-kegiatan jalan, MUT-nya, Hunian, baik itu Hunian apartemen maupun hunian landing (tapak),” tutur Basuki
Sementara itu, lanjut Basuki, OIKN akan mengurus proyek akses jalan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, 1B, dan 1C pada pertengahan Mei 2025 dengan anggaran sebesar Rp 3,4 triliun.
“Termasuk yang lain-lain, seperti penataan kawasan Sepaku agar tidak menjadi kumuh, kita sudah mulai tender-nya juga dan akan dilaksanakan di tahun 2025 tahap pertama,” imbuh dia.
Sekadar informasi, OIKN juga berencana membangun 30 tower baru untuk hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN. Diketahui, anggaran per satu towernya mencapai Rp 150 - 200 miliar atau total keseluruhan mencapai Rp 4,5 – 6 miliar.
Baca Juga
OIKN Pastikan Seluruh Pembangunan di Kawasan Inti Rampung Juni 2025
“Estimasi awal sih sekitar 30 menara untuk menambah. Mungkin antara Rp 150 sampai 200 (miliar) mungkin ya dengan lingkungannya, tergantung luasannya,” ungkap Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN, Danis H Sumadilaga beberapa waktu lalu.
Ia turut menjelaskan, pembangunan tower-tower tersebut akan menggunakan anggaran OIKN yang telah disepakati oleh Komisi II DPR sebesar Rp 14,4 triliun sepanjang tahun 2025.
“Jadi, anggaran kita yang sudah disetujui oleh DPR itu kan Rp 14,4 triliun untuk 2025. Nah, itu akan kita gunakan untuk membangun (30 tower) tadi. Kemudian kita menambah perkantoran untuk legislatif dan yudikatif. Kita menambah untuk akses jalan dan ekosistem lainnya, pendukung lainnya,” pungkas Danis.

