Menkeu Janji Akan Pelajari Keluhan Pengusaha Soal Baja dan Ekspor Rotan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan mempelajari keluhan para pengusaha di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang mengeluhkan tata niaga di sektor baja dan produk rotan. Dalam kesempatan yang sama Purbaya menyampaikan ia akan menunggu Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie datang ke kantornya dengan berbagai asosiasi untuk berdiskusi.
“Pak Ketua kan janji mau datang ke saya bawa sektor per sektor. Jadi mulai minggu depan bisa sektor per sektor ke saya,” kata Purbaya, saat Rapimnas Kadin Indonesia, di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Keluhan mengenai ekspor rotan disampaikan Ketua Kadin Kalimantan Selatan, Shinta Laksmi Dewi. Saat tanya jawab dengan Purbaya, Shinta mengatakan kesulitan mengekspor rotan mentah.
“Rotan mentah itu dilarang sejak pemerintahan Pak Jokowi, kalau nggak salah. Ini dapat keluhan dari asosiasi juga dari petani rotan,” kata Shinta.
Merespons hal ini, Purbaya berjanji akan mempelajari kebijakan di Kementerian Perdagangan. Purbaya juga akan mencari tahu alasan pelarangan ekspor rotan tersebut.
“Kalau enggak nanti kita coba kasih masukkan ke Kementerian Perdagangan. Apa yang bagus buat Kalimantan Selatan,” ujar Purbaya.
Baca Juga
Tantangan Industri Baja RI, 55% Kebutuhan Masih Dipenuhi Impor dari China
Sementara itu keluhan juga disampaikan Ketua Umum Indonesia Society of Steel Construction (ISSC) Budi Harta Winata soal masuknya baja impor ke Tanah Air. Budi mengatakan pihaknya telah menyampaikan pendapat melalui demonstrasi damai di depan kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
“Kami mendukung Bea Cukai untuk menangkap, menyetop impor baja-baja ini Pak,” kata Budi.
Budi mengeklaim impor baja tahun ini mencapai 1 juta ton. Kondisi ini mengganggu industri. Bahkan, dia menyebut akibat serbuan baja impor ini perusahaan miliknya harus mengurangi karyawan. Karyawan yang awalnya berjumlah 1.000an orang kini menjadi 70an orang.
Purbaya pun mengundang Budi dan ISSC untuk mendiskusikan masalah ini di kantornya, sekaligus ingin mendengar langsung kondisi di pelabuhan dan masalah impor baja.
“Karena kalau saya tanya ke anak buah saya, bagus terus. Kalau saya tanya Bea Cukai ada impor ilegal, ‘nggak ada, Pak”,” kata Purbaya.
Purbaya mengatakan memang sedang membenahi Bea Cukai selama setahun mendatang. Jika dalam setahun Bea Cukai tak berbenah, Purbaya mengancam akan membekukannya.
“Saya ganti SGS (Societe Generale de Surveillance, perusahaan pengawasan asal Swiss, red),“ kata dia.

