BGN Ungkap 1.050 Dapur MBG telah Berdiri Hingga Maret 2025
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan BGN bersama mitra UMKM telah mendirikan sebanyak 1.050 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) hingga Maret 2025.
“Pertama launching 6 (Januari 2025) di 26 provinsi dengan 191 pelayanan pemenuhan gizi, tapi sekarang (Maret 2025) jumlahnya sudah bertambah pesat menjadi 1.050 pelayanan pemenuhan gizi (SPPG),” kata Dadan di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga
APBN Sudah Siap, Pemerintah Percepat Pembangunan 1.542 Dapur MBG di Wilayah 3T
Saat sidang kabinet paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto, dia mengatakan, BGN mendapatkan tugas untuk mempercepat program MBG kepada 82,9 juta jiwa di seluruh Indonesia.
“Ada laporan, ‘Kenapa saya belum dikasih makan oleh Pak Prabowo?’ Pak Prabowo gelisah dalam perhatian itu dan minta percepatan. Di mana, tentu membutuhkan kebijakan masing-masing pihak, mulai dari swasta, Kementerian/Lembaga lain, termasuk TNI/Polri, Kejaksaan, BIN, Nahdlatul Utama (NU), Muhammadiyah, HIPMI, KADIN, kemudian Koperasi, itu semua ikut terlibat,” ujar Dadan.
BGN juga bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membangun sebanyak 1.542 dapur SPPG guna mencapai target pemenuhan gizi sekitar 82,9 juta orang di seluruh Indonesia.
Menurut Dadan, dengan tambahan anggaran Rp 100 triliun di September 2025 mendatang, percepatan pembangunan 1.542 dapur SPPG di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) bisa terwujud.
Baca Juga
Kadin Gandeng Bapanas Gelar Pasar Pangan Murah Jelang Lebaran di Bekasi
Sebagai informasi program MBG telah masuk ke dalam daftar indikasi proyek strategis nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Lebih lanjut, Dadan menyampaikan, pihaknya bersama Kementerian PU juga akan menyesuaikan pembangunan dapur-dapur SPPG melalui Peraturan Menteri (Permen) PU Nomor 1 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Melalui Penyedia.
“Kami juga akan membangun (dapur SPPG) melalui APBN sekitar 1.542 unit satuan pelayanan yang sekarang ini dalam tahap perencanaan. Dan karena ini sifatnya sangat urgent, butuh percepatan, kami menginginkan rancangan pembangunannya sesuai dengan Permen PU Nomor 1 Tahun 2020,” tutur dia.

