Kepala BGN Sambut Baik Usaha Badan Bank Tanah Siapkan 11 Titik Baru Dapur MBG
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyambut baik usaha Badan Bank Tanah yang tengah menyiapkan 11 titik lokasi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan mencapai 82,9 juta orang penerima manfaat di 2025.
Namun demikian, BGN akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Bank Tanah untuk pemetaan lokasi dapur tersebut mengingat target ambisius di tahun 2029 mendatang harus tercapai sekitar 30.000 unit dapur SPPG.
“Begini, semua pihak sekarang welcome untuk terlibat (mendukung program MBG). 11 titik itu kan sesuatu yang lumayan, tapi kalau dibandingkan dengan kebutuhan 30.000 satuan pelayanan (dapur SPPG), berapa persen itu? Karena 300 titik saja itu kan hanya 1%,” kata Dadan saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/1/2025).
Baca Juga
Badan Bank Tanah Siapkan 11 Titik Lahan buat Dapur Makan Bergizi Gratis
Berdasarkan catatan investortrust.id, Badan Bank Tanah mengalokasikan 11 titik lokasi hak pengelolaan atas tanah (HPL) di berbagai wilayah Indonesia. Lokasi tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung dapur MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat menjelaskan, inisiatif ini lahir dari masukan berbagai pihak.
"Saat ini ada 11 titik, mungkin akan bertambah menjadi lebih dari 15. Beberapa lokasi di Sumatera Utara, misalnya, sudah dipertimbangkan karena dekat dengan pusat keramaian dan kebutuhan di wilayah itu," kata Hakiki dalam Media Gathering “Kinerja 2024 dan Outlook 2025” di Bandung, Jumat (17/1/2025) malam.
Baca Juga
Badan Bank Tanah Ungkap 5 Lokasi Lahan buat Swasembada Pangan, Berikut Daftarnya
Adapun sederet lokasi HPL yang siap dimanfaatkan untuk MBG tersebar di Batubara (Sumatera Utara), Solok (Sumatera Barat), Kepulauan Bangka Belitung, Cianjur (Jawa Barat), Kendal (Jawa Tengah), Purwakarta (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah), dua lokasi di Penajam Paser Utara (Kalimantan Timur), Poso (Sulawesi Tengah), dan Lombok Utara (Nusa Tenggara Barat).
Hakiki menjelaskan rata-rata luas lahan di lokasi tersebut mencapai 500 meter persegi (m2). Ukuran tersebut dinilai cukup untuk mendirikan dapur MBG.
"Lahan di lokasi kami rata-rata di atas 500 meter persegi, cukup memadai untuk penyediaan dapur. Khusus di Penajam Paser Utara, persiapannya sedang berjalan dan direncanakan siap untuk tahun 2026," ucap Hakiki.
Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi, menyambut baik langkah Badan Bank Tanah ini. Ia berharap alokasi lahan untuk SPPG terus bertambah hingga 2029.
"Semoga dengan inisiatif Bank Tanah, lebih banyak lagi SPPG yang bisa diwujudkan. Saat ini ada 220 dapur. April nanti kami targetkan ada 500, dan pada akhir 2029 jumlahnya harus mencapai 30.000. Tentunya ini membutuhkan banyak lahan," tutur dia.

