Proyek Giant Sea Wall Baru Kick-Off, Menteri PU Belum Hitung Anggarannya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah mengawali pembahasan proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall bersama kementerian teknis pada Rabu (19/3/2025). Lantas berapakah anggaran yang akan dikucurkan dalam megaproyek tersebut?
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkapkan, pemerintah belum menghitung nilai investasi yang akan digelontorkan pada proyek strategis nasional (PSN) giant sea wall itu. Dody mengaku masih fokus menyusun struktur organisasi satgas giant sea wall.
"Baru rapat pertama, belum (dihitung nilai investasinya), masih jauh, masih jauh,'' ungkap Dody saat ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Sebagai informasi, Menko IPK telah membeberkan strategi pemerintah dalam mengatasi banjir di Jakarta dan Bekasi. Salah satu langkah utama adalah pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall untuk mengurangi risiko banjir rob di kawasan pesisir.
Menurut AHY, banjir bukanlah masalah baru, tetapi solusi yang ditempuh tidak boleh sekadar mengulang pendekatan lama. Pemerintah menilai pembangunan giant sea wall sebagai salah satu jawaban strategis.
''Bapak Presiden menugaskan kami menyiapkan dan melaksanakan pembangunan giant sea wall sebagai langkah perlindungan pesisir serta mitigasi banjir rob. Ini penting mengingat abrasi dan penurunan muka tanah di Jakarta bisa mencapai 4 hingga 10 cm per tahun,'' kata AHY beberapa waktu lalu.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyebut, pemerintah akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall guna mitigasi bencana banjir rob di Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.
''Saat ini Kemenko Infrastruktur itu mendapatkan tugas dari Presiden untuk giant sea wall ini, beliau (AHY) diminta semacam satgas khusus untuk penanganan pesisir Pantai Utara Jawa,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Rabu (12/3/2025) lalu.

