Kemenhub Masih Bahas “Skytrain” dari Stasiun LRT Jabodebek ke Terminal Baranangsiang
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan, pembahasan kereta layang (sky train) sebagai kereta pengumpan (feeder) dari stasiunlight rail transit (LRT) Jabodebek Harjamukti menuju Terminal Baranangsiang, Bogor masih berlanjut.
''Masih dikaji feasibility study (FS)-nya. Kan itu akan dilakukan dengan investasi (murni) ya, tidak memakai APBN. Kita tunggu proses selanjutnya,'' ungkap Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal kepada investortrust.id di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (28/3/2025).
Baca Juga
Pemerintah Bakal Bangun Skytrain Sentul-Harjamukti dan Lebak Bulus-Serpong
Meski demikian, Risal belum bisa memastikan target mulainya pembangunan sky train. ''Belum bicara target tahun dulu, masih kami siapkan FS-nya,'' jelas dia.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui LRT Jabodebek sebelumnya menyatakan,rencana pembangunan sky train ke arah Sentul tidak termasuk dalam trase utama LRT Jabodebek.
''Sky train kalau melihat yang disampaikan Pak Menteri (Perhubungan) sebenarnya tidak berhubungan dengan LRT,'' kata Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi pada acara Buka Puasa Bersama di Stasiun LRT Cawang, Jakarta Timur, Jumat (21/3/2025).
Baca Juga
KAI Ungkap Skytrain ke Sentul Bukan Trase Utama LRT Jabodebek
Purnomosidi menjelaskan, pihaknya masih mengkaji pembangunan fase II yakni trase Harjamukti-Baranangsiang. ''LRT akan kita kejar ke fase II-nya, ke Baranangsiang,'' tutur dia.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (28/3/2025). Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria.

