Pelni Proyeksi 644.102 Orang Mudik dengan Kapal Laut, Rute Belawan – Batam Paling Padat
JAKARTA, investortrust.id – PT Pelayaran Indonesia (Persero) atau Pelni memprediksi, sebanyak 644.102 orang akan pulang kampung atau mudik menggunakan kapal laut di periode Lebaran 2025.
Demikian disampaikan Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni, Nuraini Dessy W dalam konferensi pers angkutan laut lebaran 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
“Kami proyeksikan penumpang angkutan lebaran tahun 2025 ada di angka 644.102 orang. Ini mengalami kenaikan di 0,4% dibandingkan dengan tahun 2024. Kalau secara apple-to-apple tanpa (pengoperasian) KM Umsini, maka proyeksi penumpang tahun 2025 ada di kenaikan 3,6% dibandingkan dengan tahun 2024, yaitu di 620.150 orang,” papar dia, Jumat (7/3/2025).
Pelni juga memproyeksikan puncak arus mudik terjadi pada 26 Maret 2025 atau H-5 Lebaran, yaitu mencapai 26.820 orang. “Sementara proyeksi untuk puncak arus balik ada di H+6 Lebaran atau di tanggal 7 April 2025, yaitu di angka 30.443 orang,” ucap Dessy.
Baca Juga
Pelni Sediakan 781.723 Tiket pada Periode Lebaran 2025, Okupansi Baru 30%
Dikatakan Dessy, pada periode peak season ini rute Belawan – Batam menjadi paling favorit para pemudik yang akan mencapai 21.373 orang. Disusul rute Batam – Belawan sekitar 20.154 orang, Kumai – Semarang (13.423 orang), Makassar – Bau Bau (11.352 orang), dan Balikpapan – Surabaya (11.014 orang).
“Memang yang paling tertinggi, kita proyeksikan ada di Belawan-Batam, di angka 21.373 orang. Dan ini memang tidak hanya angkutan lebaran saja, angkutan nataru (Natal 2024 dan Tahun Baru 2025) pun juga ruas ini yang memang cukup tinggi pada saat menjelang peak season,” ungkap dia.
Baca Juga
Dirut Pelni Ungkap Progres Merger BUMN Angkutan Laut, Ini Nama Barunya
Di sisi lain, ia mencatatkan, tiket yang terjual baru mencapai 30% atau 234.517 tiket dari total tiket tersedia yakni sejumlah 781.723 tiket.
“Tiket Pelni memang sudah dibuka di H-30, dan sudah terjual di angka 30% untuk arus mudik dan (arus) baliknya baru 7%,” kata Dessy.
Adapun pada periode angkutan lebaran (angleb) kali ini, lanjut Dessy, Pelni memprediksi puncak arus mudik jatuh pada tanggal 26 Maret 2025 dan arus balik di 7 April 2025.
“Penetapan periode angkutan lebaran tahun 2025, kami tetapkan mulai 16 Maret 2025 atau H-14 Lebaran, kemudian selesainya di tanggal 16 April (2025). Dan kami prediksikan puncak arus mudik itu ada di 26 Maret (2025), sementara untuk baliknya kami prediksikan mengalami puncaknya di tanggal 7 April (2025),” papar dia.
Dikatakan Dessy, pihaknya akan mengoperasikan sebanyak 25 armada kapal di periode Lebaran 2025. “Tahun lalu memang kami mengoperasikan di 26 kapal, namun sama-sama kita ketahui bahwa KM Umsini mengalami insiden dan 30 kapal perintis yang akan siap beroperasi. Maka, total seluruh kapasitas (angleb 2025) ada di 60.212 seat,” ungkap dia.
Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi pergerakan pemudik di periode Lebaran 2025 akan tembus 146,48 juta orang dan sekitar 51,3% atau 81,5 juta orang berasal dari Pulau Jawa.
Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat rapat koordinasi persiapan Angkutan Lebaran dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kantor Bupati Karawang, Selasa (4/3/2025).
''Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub dengan Badan Litbang Kompas, potensi pergerakan selama libur Lebaran tahun 2025 diprediksi mencapai 52% dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta jiwa. Potensi pergerakan selama libur Lebaran tahun 2025 dari Pulau Jawa adalah 51,3% atau sebanyak 81,5 juta orang,'' kata Dudy beberapa waktu lalu.
Dudy juga menekankan, tren pergerakan libur Lebaran kali ini akan terpusat di Jawa Barat. "Pergerakan masyarakat dari dan menuju Jawa Barat pada masa Angkutan Lebaran diperkirakan akan tinggi. Sehingga, koordinasi dan kerja sama antara Kemenhub dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi krusial," ujar Menhub.

