Dirut Pelni Ungkap Progres Merger BUMN Angkutan Laut, Ini Nama Barunya
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pelni (Persero) Tri Andayani mengungkapkan, pembahasan merger perusahaan pelat merah angkutan laut telah mencapai pembentukan jajaran direksi sementara.
''Kurang lebih 2-3 hari lalu kita sudah kick-off antara Pelindo, Pelni, dan ASDP. Namanya 'Holding Integrasi Maritim','' ungkap dia seusai konferensi pers angkutan laut Lebaran 2025 di Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Dia menambahkan, saat ini para direksi masih menggodok aksi korporasi yang dicanangkan pemerintah itu. "Ini lagi kajian, kemarin sudah membentuk tim bersama, ada tim BOD (board of directors) minus one, ada tim BOD begitu,'' ujar Anda, sapaan akrab Tri Andayani.
Baca Juga
Bidik Revitalisasi JICT-2 Rampung 2026, Pelindo Ingin Kapasitas Tampung 500.000 TEUs
Namun demikian, ia belum dapat memastikan merger ketiga perusahaan tersebut dapat selesai dalam waktu dekat. ''(Rampung tahun ini?) Kayaknya belum, ini masih berproses. Namun, yang jelas, kami mendukung bahwa upaya integrasi maritim ini akan memberikan manfaat banyak untuk masyarakat, baik dari sisi pelayanan maupun keekonomian,'' tutur Anda.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, rencana penggabungan atau merger antara PT Pelni (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah direstui Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.
Diakui Erick, Menhub Dudy memandang upaya merger tiga perusahaan pelat merah tersebut dapat menjadi solusi dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga
Erick Thohir Sebut Menhub Dudy Purwagandhi Restui Merger Pelni-ASDP-Pelindo
Sebelumnya, Erick Thohir optimistis penggabungan PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dapat menekan biaya logistik di Tanah Air.
Menurut Erick, penggabungan tiga perusahaan tersebut dapat meningkatkan keamanan penumpang. Penggabungan tersebut juga akan menunjang pelayanan dari sisi pelabuhan dan kapal yang tersedia dari Pelni dan ASDP. “Jadi sinkronisasi, baik untuk penumpang dan barang,” ujar dia.

