Kakorlantas Ungkap 4 Titik Kemacetan saat Mudik Lebaran 2025 yang Harus Diwaspadai
JAKARTA, Investortrust.id -- Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho mengaku telah mengidentifikasi empat titik yang berpotensi terjadi kemacetan saat arus mudik Lebaran 2025. Keempat titik tersebut, yakni di jalur tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, dan lokasi wisata.
Agus mengatakan, pihaknya telah memitigasi dan mengantisipasi agar kemacetan yang mungkin terjadi di empat titik tersebut dapat segera terurai. Untuk di jalur tol misalnya, Korlantas telah menyiapkan skenario contraflow dan one way.
"Pintu gate toll yang menuju Jawa jumlahnya berapa? Ketika Cikatama sudah sampai 6.000, berarti kita siap-siap untuk melakukan contraflow. Setelah contraflow tidak mampu lagi, kita akan membuat skenario one way nasional," kata Agus dalam Diskusi yang digelar Fraksi PKB DPR bertajuk Mudik Nyaman di Tengah Efisiensi Anggaran, secara daring, Kamis (6/3/3035).
Baca Juga
Agus juga memperkirakan akan ada peningkatan volume kendaraan pada mudik Lebaran 2025, termasuk di rest area pada ruas jalur tol maupun arteri menuju Jawa, Bali dan Sumatera. Kepolisian akan melakukan buka tutup untuk mengurai kemacetan di rest area.
"Jika kondisi rest area penuh, maka kami akan menutup akses masuk ke rest area. Kami mengharapkan masyarakat meminimalisir berhenti di bahu jalan tol demi keselamatan bersama," ujarnya.
Agus mengatakan untuk mengatasi kemacetan karena kepadatan volume kendaraan, pihaknya juga akan melakukan penambahan kapasitas jalur. Misalnya, di tol Cipali dari KM 72 sampai KM 110 yang semula dua jalur menjadi tiga jalur pada puncak periode arus mudik tahun ini.
Menurutnya penambahan jalur ini berpotensi membuat akses ke Gerbang Tol Cikatama menjadi lebih cepat sehingga dilakukan pengalihan kendaraan via Cisumdawu apabila terjadi kepadatan menjelang GT Cikatama. Selain itu kemacetan juga berpotensi terjadi di pelabuhan penyeberangan, terutama di penyeberangan Bakauheni-Merak.
Untuk itu, Korlantas akan menerapkan satu harga tiket, yakni hanya tiket reguler saja. Selain itu, kendaraan bermotor juga dialihkan ke akses jalur lain menuju penyebrangan untuk meminimalisasi terjadinya kepadatan. Kemudian, tempat wisata yang rawan terjadi kemacetan juga akan diupayakan adanya skenario pengalihan arus lalu lintas.
"Kami sudah melakukan skenario misalnya adanya jalur one way. Tapi ini tergantung volume kepadatan kendaraan," ucapnya.
Baca Juga
Tol Cimanggis-Cibitung Akan Terapkan Diskon Tarif 20% pada Mudik Lebaran
Agus memprediksi puncak pergerakan masyarakat pada arus mudik lebaran tahun ini terjadi pada tanggal 28-30 Maret 2025. Namun, pergeseran arus mudik kemungkinan sudah terjadi pada 22-27 Maret 2025. Hal ini karena adanya kebijakan pemerintah yang mengatur fleksibilitas kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) yakni work from anywhere (WFA), work from office (WFO) dan work from home (WFH)
"Kalau ditanya kesiapan dalam pelaksanaan mudik, kami siap melaksanakan mudik tahun 2025 dan sudah melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjamin mudik tahun ini berjalan aman, nyaman dan selamat," ungkapnya. (C-14)

