Menhub Dudy Usulkan WFA Mulai 24 Maret 2025 Saat Libur Lebaran
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya akan mengusulkan skema 'work from anywhere' (WFA) mulai 24 Maret 2025 guna menyambut libur lebaran mendatang.
"Kami akan mengusulkan dan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga lainnya yang akan kami sampaikan ke Presiden (Prabowo Subianto), bahwa kami akan mengusulkan dari tanggal 24 - 27 Maret (2025) untuk diberlakukan work from anywhere (WFA)," ucap Dudy saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Menurut Dudy, kebijakan WFA tersebut dapat mengantisipasi kepadatan para penumpang kapal penyeberangan Ketapang - Gilimanuk mengingat Bandara Ngurah Rai Bali akan diberhentikan sementara imbas Hari Raya Nyepi (29 Maret 2025) atau Tahun Baru Saka 1947.
"Hal ini dapat membantu mengantisipasi kepadatan, utamanya pada titik penyeberangan Ketapang - Gilimanuk dan Bandara Ngurah Rai yang akan ditutup selama Hari Raya Nyepi," ujarnya.
Tak hanya itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korlantas Polri dan stakeholder lainnya juga telah mengujicobakan buffer zone di beberapa titik penyeberangan guna menyambut libur panjang angkutan lebaran 2025.
"Pada Nataru (2024/2025) kali ini, kami mencoba menyiapkan buffer zone, mengingat buffer zone yang harus disiapkan pada Tol Tangerang - Merak KM 97 sampai dengan saat ini belum tersedia, maka itu membuat kami harus melakukan trial terhadap buffer zone di tempat-tempat lain. Alhamdulillah itu dapat berjalan dengan baik, serta akan kami terapkan pada angkutan lebaran 2025 nanti," tutur Dudy.
Berdasarkan catatan investortrust.id, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkap kesiapan menyambut arus mudik dan arus balik dalam momentum lebaran tahun 2025.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pihaknya akan mencegah adanya kepadatan penumpang di sejumlah titik krusial, salah satunya adalah pelabuhan Merak, Banten.
"Untuk Merak kita sudah siapkan tambahan buffer zone, sekaligus juga parkir juga kita siapkan kantongnya. Sehingga nanti ini juga mengurangi kepadatan yang ada di Pelabuhan Merak," kata Heru usai mengikuti rapat terbatas bersama Menteri BUMN Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (22/1/2025) lalu.
Namun sebelum mengeksekusi rencana tersebut, Heru menyebut ASDP perlu untuk melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder, terutama pihak Kepolisian. Selain itu pihak lain yang disebut Heru akan segera dikoordinasikan oleh ASDP adalah Kementerian Perhubungan, para operator kapal hingga pengelola pelabuhan.
"Saya kira jika ini dilakukan dengan baik, tentu pembatasan-pembatasan harus dilakukan baik di jalan tol, lalu kemudian jalan arteri, lalu kemudian pengaturan jadwal kapal yang baik dan tepat, saya kira nanti bisa kita atasi (kepadatan penumpang)," katanya.
"Untuk Merak kita sudah siapkan tambahan buffer zone, sekaligus juga parkir juga kita siapkan kantongnya. Sehingga nanti ini juga mengurangi kepadatan yang ada di Pelabuhan Merak," kata Heru usai mengikuti rapat terbatas bersama Menteri BUMN Erick Thohir di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (22/1/2025) lalu.
Namun sebelum mengeksekusi rencana tersebut, Heru menyebut ASDP perlu untuk melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder, terutama pihak Kepolisian. Selain itu pihak lain yang disebut Heru akan segera dikoordinasikan oleh ASDP adalah Kementerian Perhubungan, para operator kapal hingga pengelola pelabuhan.
"Saya kira jika ini dilakukan dengan baik, tentu pembatasan-pembatasan harus dilakukan baik di jalan tol, lalu kemudian jalan arteri, lalu kemudian pengaturan jadwal kapal yang baik dan tepat, saya kira nanti bisa kita atasi (kepadatan penumpang)," katanya.

