Ditjen Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi Fokus Tangani Judol, Pornografi, hingga Data Pribadi
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Alexander Sabar mengatakan, Ditjen Pengawasan Digital akan fokus melakukan penanganan judi online (judol), pornografi, hingga pembentukan lembaga perlindungan data pribadi (PDP).
Pria yang akrab disapa Alex ini mengatakan, saat ini aturan turunan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) masih dalam tahap penyusunan. Rencana ini molor dari jadwal awal, yakni 17 Oktober 2024.
Baca Juga
Komdigi dan BPPIK Audiensi soal Judol hingga Sistem Keamanan Data
"Badannya belum, tetapi itu lagi berproses, jadi sekarang ini untuk PDP inkubasinya masih di pengawasan ruang digital," kata Alex seusai pelantikan di kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Dia mengatakan, penyusunan rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang peraturan pelaksanaan UU PDP masih dalam proses harmonisasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Harmonisasi itu sudah dilakukan sejak 27 September 2024.
Saat ditanya kapan rampung, Alex masih belum bisa memberikan waktu pasti. "Saya belum dapat informasi," ungkapnya.
Soal pengawasan judol dan pornografi, Alex menyebut hal tersebut merupakan prioritas pengawasan direktorat yang dipimpinnya. Ia mengaku siap menjalin komunikasi dari berbagai penyelenggara sistem elektronik sampai lembaga hukum. "Ya, dari kita kan salah satu prioritas pengawasan pornografi. Tentunya semua pihak kita komunikasi. Untuk sementara itu dahulu ya," ungkap perwira polisi tersebut.
Sebelumnya Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memerintahkan Alex dan jajarannya menindak berbagai kejahatan di ruang digital, mulai judol, pinjaman online (pinjol) ilegal, perdagangan manusia, dan pornografi secara transparan.
Baca Juga
Dengan Rp 500 Bisa Main Judol, Pemain Judi Online Diprediksi Bisa Tembus 11 Juta di Akhir 2024
"Saya berpesan untuk judi online dan kejahatan-kejahatan online ilegal serta kejahatan keuangan lainnya, termasuk pornografi, perdagangan manusia di ruang digital tolong dilakukan secara baik dan tetap transparan, terbuka. Informasi harus disampaikan kepada masyarakat melalui media massa," harap Meutya, Senin (13/1/2025).
Alex memiliki karier cukup mentereng mulai menjadi kabagbanops Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror, direktur narkotika deputi bidang pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), sampai direktur intelijen deputi bidang pemberantasan BNN. (C-13).

