Kemendukbangga Kejar Target Penurunan 'Stunting' tanpa Andalkan APBN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengungkap komitmennya untuk mengejar target penurunan stunting yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Wihaji dalam upaya mengejar target penurunan stunting sebesar 18% pada tahun 2025, Kemendukbangga/BKKBN akan mengandalkan program prioritas yang ia sebut tidak menggunakan alokasi APBN.
Dikatakan Wihaji, program tersebut adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang telah diluncurkan pada 5 Desember 2024 lalu.
Diketahui pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menetapan target penurunan stunting sebesar 18-25% pada tahun 2025.
"Kalau itu (target penurunan stunting) sudah ditetapkan Bappenas, pasti kita akan siapkan. Persoalannya seperti apa, Kita kan banyak program yang mohon maaf tidak melibatkan APBN, karena ini gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting)," katanya ditemui usai memimpin rapat koordinasi khusus di kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Politikus Partai Golkar itu mengatakan, masih dalam rangka mengejar target penurunan angka stunting, Kemendukbangga/BKKBN juga akan membantu menyukseskan quick win milik Prabowo yakni makan bergizi gratis (MBG). Bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Kemendukbangga akan menyasar pemberian MBG kepada ibu hamil dan balita.
Baca Juga
Menteri Wihaji Galang Sinergi Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem dan Stunting NTT
"Nanti tanggal 20 insyaallah kita buat MOU antara Kemendukbangga/BKKBN dengan BGN. Jadi untuk target ya kita penuhi, yang lain-lain yang nanti kita kerjakan, karena memang tidak kita sendirian," tandasnya.
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah 'Stunting'
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji sebelumnya meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Danau Cipule, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Kamis (5/12/2024). Program ini ditujukan untuk mengatasi permasalahan stunting yang menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Wihaji, program Genting merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting oleh pemerintah, sesuai mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021. Beleid tersebut memberikan mandat kepada BKKBN sebagai leading sector dalam implementasi program tersebut. Adapun melalui Genting, Kemendukbangga/BKKBN ingin memberikan intervensi tepat sasaran bagi keluarga berisiko stunting.
"Kita ini sebagai negara yang besar, maka perlu disiapkan sumber daya manusia yang hebat, sumber daya manusia yang kuat dan sumber daya manusia yang berdaya saing," kata Wihaji saat memberikan arahan dalam peluncuran program Genting.
Dia mengungkap program Genting membidik 1 juta anak asuh yang masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting. Wihaji mengatakan 1 juta anak asuh ini akan diupayakan terealisasi dalam satu periode pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo. Nantinya 1 juta anak ini akan diasuh oleh orang tua asuh dalam menghadapi 1.000 hari pertama setelah kelahiran.
"Data per detik ini sudah ada 11.207 anak asuk yang akan didampingi 4.920 orang tua asuh. Siapa saja orangtua asuhnya? Ada BUMN, BUMD, komunitas/NGO, ada media, pemerintah, ada perguruan tinggi, akademisi, ada perorangan," ungkap Wihaji.

