Dicopot Buntut Kasus DWP, Kombes Donald Simanjuntak Tak Laporkan Hartanya ke KPK
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Polda Metro Jaya, Kombes Donald P Simanjuntak ternyata belum pernah menyetorkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kombes Donald Simanjuntak menjadi sorotan lantaran terseret kasus dugaan pemerasan terhadap warga negara Malaysia saat acara Djakarta Warehouse Project (DWP) beberapa waktu lalu. Buntut dari kasus tersebut, Kombes Donald P Simanjuntak dimutasi ke bagian analis kebijakan madya bidang Pembinaan Masyarakat Badan Pemeliharaan Keamanan (Binmas Baharkam) Polri.
"Dari penelusuran, yang bersangkutan belum pernah melaporkan LHKPN," kata anggota tim jubir KPK, Budi Prasetyo, Selasa (31/12/2024).
Baca Juga
Polri Mulai Sidang Etik Anggota Terlibat Pemerasan terhadap WN Malaysia dalam DWP
KPK mengajak inspektorat pengawasan Polri untuk memantau kepatuhan LHKPN di lingkungan kepolisian. Hal itu sebagaimana semangat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam upaya mencegah korupsi.
"Oleh karena itu, KPK sekaligus mengajak inspektorat pengawasan di Polri untuk sama-sama memantau kepatuhan LHKPN di Kepolisian, sebagaimana semangat Kapolri khususnya dalam upaya-upaya pencegahan korupsi," kata Budi.
Diketahui, Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Donald Parlaungan Simanjuntak turut dirotasi buntut kasus pemerasan WNA yang dilakukan belasan anggota kepolisian di acara DWP 2024. Rotasi tersebut dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Senin (30/12/2024).
Dalam rotasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram ST/2776/XII/Kep/2024 pada Rabu (25/12/2024) Jenderal Listyo Sigit merotasi sejumlah perwira Polda Metro Jaya.
Salah satunya Kombes Donald Parlaungan Simanjuntak yang dirotasi menjadi analisis kebijakan madya bidang Binmas Baharkam Polri. Posisinya digantikan Kombes Pol Ahmad David yang sebelumnya menjabat penyidik tindak pidana madya TK II Bareskrim Polri.
Pada hari ini, Divisi Propam Polri mulai menggelar sidang pelanggaran kode etik terhadap belasan polisi yang terlibat kasus dugaan pemerasan terhadap warga negara Malaysia saat gelaran DWP.
“Benar, sesuai pada komitmen pimpinan Polri melalui Divisi Propam Polri yang sudah disampaikan telah menindak tegas, dan hari ini dimulai di sidang etik,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dikutip dari Antara, Selasa (31/12/2024).
Dikatakan Trunoyudo, sidang etik itu akan dilaksanakan secara simultan dan berkesinambungan. Hal ini mengingat terdapat 18 anggota kepolisian yang diamankan terkait kasus dugaan pemerasan tersebut. Belasan personel polisi itu terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran. Selain itu, sidang etik akan dipantau oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim sebelumnya mengatakan belasan anggota polisi tersebut menjalani penempatan khusus di Divisi Propam Mabes Polri dan akan menjalani sidang etik pada pekan ini. Karim juga mengklarifikasi jumlah korban dalam kasus ini adalah sebanyak 45 orang dan ada dua warga negara Malaysia yang secara resmi melaporkan kasus ini kepada Divisi Propam Polri.
Klarifikasi itu disampaikan untuk membantah kabar yang menyebutkan jumlah korban dalam kasus ini mencapai sebanyak 400 orang.
Baca Juga
Diduga Terkait Pemerasan Pengunjung DWP, Dirserse Narkoba Polda Metro Termasuk yang Dimutasi
Dugaan pemerasan terhadap WN Malaysia di acara DWP ini mencuat dari unggahan di akun X atau Twitter @Twt_Rave. Dalam unggahannya, akun @TwT_Rave menyebut sejumlah anggota polisi diduga melakukan penangkapan dan pemerasan terhadap penonton DWP dari Malaysia.
Dalam unggahannya, akun @Twt_Rave menyebut polisi Indonesia menangkap dan melakukan tes urine mendadak terhadap lebih dari 400 penonton dari Malaysia.
"Oknum polisi juga diduga memeras uang mereka yang jumlahnya berkisar 9 juta RM atau setara Rp 32 miliar. Bahkan, ada klaim bahwa para penonton terpaksa membayar meski tes urine narkoba mereka negatif," tulis akun tersebut.

