Prabowo Ingin Penyelenggaraan Haji Lebih Berkualitas dan Murah
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menginginkan penyelenggaraan haji 2025 lebih berkualitas dan murah. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) HR Muhammad Syafii seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/12/2024).
Syafii menyampaikan Prabowo melihat adanya sejumlah biaya dalam pelaksanaan haji yang dapat dirasionalisasi. Dengan efisiensi tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan biaya menjadi lebih murah.
"Intinya Presiden Pak Haji Prabowo Subianto ingin agar haji tahun ini lebih berkualitas, tetapi, pada saat yang sama beliau juga melihat banyak biaya yang bisa dirasionalisasi, sehingga kualitasnya makin baik, tetapi harganya makin murah," kata Syafii.
Baca Juga
Nasabah Tabungan Haji BSI Naik 10,96% per November 2024 Jadi 5,52 Juta Nasabah
Syafii menyebut penurunan biaya haji hampir dapat dipastikan akan terjadi. Namun, besaran penurunan tersebut belum dapat diumumkan, karena masih menunggu keputusan panitia kerja (panja) DPR.
"Tanggal 30-an Desember rapat pembentukan panja. Baru setelah itu rapat panja. Di situlah baru diputuskan berapa ongkos haji, tetapi hampir kita pastikan ya Pak Menteri, ongkos haji tahun ini turun. Berapa besarannya? Itu enggak bisa disebut sekarang, karena harus ada kesepakatan di panja," kata Syafii.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menambahkan upaya penurunan biaya haji juga mempertimbangkan faktor eksternal, seperti inflasi dan nilai tukar mata uang. Selain itu, langkah pembersihan terhadap berbagai penyimpangan dalam pengelolaan haji sebelumnya juga diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan biaya.
"Yang jelas spiritnya kita ingin lebih murah, dijangkau masyarakat melalui efisiensi yang kita lakukan. Maka dari itu, melalui pembersihan seluruh hal-hal yang menyimpang itu juga akan berkontribusi terhadap penurunan harga," ujar Nasaruddin.
Baca Juga
Nasaruddin Umar mengatakan salah satu upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas layanan haji adalah memastikan petugas haji yang bertugas betul-betul bekerja secara profesional. Ditegaskan, catatan-catatan negatif terkait petugas haji pada penyelenggaraan haji sebelumnya tidak boleh terulang kembali.
"Kita tidak ingin seperti tahun-tahun yang lalu ada catatan-catatan yang dikeluhkan bahwa pembimbing haji itu malah justru dibantu oleh jamaahnya. Ini enggak. Kita akan sebaliknya. Pokoknya pembimbing, pendamping itu betul-betul harus berbakti untuk menyelamatkan calon jamaah hajinya dari berbagai macam masalah," tegasnya.

