Prabowo Minta KPK Dampingi Penyelenggaraan Haji 2025
Reporter: Febrianto Adi Saputro
JAKARTA, Investortrust.id -- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta secara khusus kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendampingan kepada Kementerian Agama dan Badan Penyelenggara Haji (BPH) terkait penyelenggara haji 1446H/2025 M.
"Presiden sudah meminta khusus kepada KPK untuk melakukan pendampingan kepada Kementerian Agama dan BPH agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik," kata Dasco dalam rapat konsultasi dengan Panitia Kerja (Panja) Haji Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2024).
Dasco menerangkan upaya pendampingan tersebut dalam rangka memperbaiki penyelenggaraan haji. Tidak hanya KPK, Prabowo juga meminta aparat penegak hukum lainnya ikut mendampingi penyelenggaraan ibadah haji 1426 H/2025 M.
"Dalam satu rapat saya dengar bahwa memang Pak Prabowo minta supaya penyelenggaraan haji ini didampingi oleh aparat penegak hukum. Ya bisa nanti dari Kejaksaan, bisa dari KPK, supaya penyelenggaranya bisa berjalan dengan baik," ucapnya.
Selain itu, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra tersebut mengatakan bahwa Presiden Prabowo juga sudah memonitor keputusan DPR dan Pemerintah yang menurunkan biaya haji 2025. Dirinya mengapresiasi keputusan yang disepakati panja bersama dengan pemerintah yang menurunkan biaya haji.
"Ini bisa dibuktikan bahwa kerja-kerja DPR terutama pansus bisa bermanfaat untuk mengevaluasi pelaksanaan-pelaksanaan haji pada tahun ini," tuturnya.
Panitia Kerja (Panja) Haji Komisi VIII DPR RI menggelar rapat konsultasi dengan Wakil Ketua DPR RI koordinator bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2024). Dalam rapat tersebut, Dasco menyoroti sejumlah persoalan yang ia temui dalam pelaksanaan ibadah haji sebelumnya.
"Saya juga menemukan 2023 itu jemaah haji yang harusnya ada pembimbing, pembimbingnya malah sibuk naik haji. Dan saya kalau ke mal, lebih banyak ketemu pembimbing hajinya di situ, yang orang Indonesia. Nah lalu kemudian memang masih banyak dinamika yang memang harus dibereskan," ungkapnya.

