Bahlil Kritik Pilkada Serentak: Rasa Pilkades!
BOGOR, investortrust.id - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan sorotannya terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang baru saja dilaksanakan pada 27 November 2024 lalu. Ia sesumbar berdasarkan kajian internal yang dilakukan oleh Partai Golkar, pelaksanaan pilkada serentak tahun 2024 tak ubahnya pemilihan kepala desa (pilkades).
"Dalam kajian Partai Golkar, Bapak Presiden, ada suara-suara yang muncul dari kajian kami, ini pilkada rasa pilkades," katanya saat menyampaikan pidato politik pada puncak peringatan HUT ke-60 Golkar di SICC, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12/2024).
Ia berujar, Partai Golkar menginginkan ke depan pemerintah haruslah memiliki formulasi yang tepat dalam menjalankan sistem politik nasional. Menurutnya, diperlukan formulasi rumusan sistem politik yang baik untuk rakyat dan negara, sekaligus dapat menunjukkan cita-cita problemasi sebagai sebuah bangsa.
"Pandangan Partai Gokar, tujuan negara kita bukanlah hanya demokrasi. Demokrasi sebagai instrumen untuk mencapai tujuan. Dan tujuan negara kita adalah mensejahterakan kehidupan bangsa, ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut mengambil bagian dalam ketentiban dunia," jelasnya.
Baca Juga
Hadiri HUT Golkar dengan Dasi Kuning, Prabowo: Saya Punya Jaket Kuning, tetapi Kekecilan
Dalam pidato politiknya, Bahlil menyoroti penyelenggaraan pilkada yang ia sebut memiliki biaya tinggi. Ia mengatakan pilkada serentak kali ini meninggalkan sejumlah kenangan dan cerita.
"Pilkada selesai, banyak kenangan, cerita dan tulisan dari lubuk hati maupun dari lubuk-lubuk yang lain yang hampir suaranya semuanya sama. Kok Pilkada-nya costnya tinggi ya?" ungkapnya.
Tidak cukup sampai disitu, ia menyebut setelah pelaksanaan Pilkada justru didapati saling menyalahkan antara satu dan yang lain. Bahkan ia pun sempat menyinggung adanya pihak yang kalah dalam pilkada kemudian menyalahkan institusi tertentu.
"Setelah pilkada sekarang mulai kita mengatakan saling menyalahkan antara satu dengan yang lain, ada yang merasa bersih dan yang lain kotor. Ada yang merasa membawa institusi A, institusi B ikut intervensi," kritiknya.
Baca Juga
Pada momentum puncak peringatan HUT ke-60 partai beringin tersebut, Bahlil berujar Golkar mengajak seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain. Ia mengungkap, kalah ataupun menang merupakan hal biasa dalam sebuah kontestasi, khususnya pada konteks ini adalah pilkada serentak.
"Hampir sebagian partai politik yang besar pernah mengalami kekuasaan, terutama Golkar. Partai yang lain juga pernah mengalami kekuasaan, dan ilmunya ini sebenarnya sama-sama tahu. Ini sama-sama tahu, cuman ada yang pergi, ada yang baru," bebernya.
Puncak peringatan HUT ke-60 Partai Golkar tersebut turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto yang tampak mengenakan jas hitam serta dasi berwarna kuning. Prabowo duduk tepat di sebelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengenakan kemeja batik. Bersama dengan Prabowo-Gibran, hadir pula Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPR Puan Maharani.

