Mendiktisaintek Ungkap Hampir 1 Juta Pelajar dan Mahasiswa Terlibat Judi Online
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengungkapkan sekitar 960.000 atau hampir 1 juta pelajar dan mahasiswa Indonesia menjadi pemain judi online atau judol. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri konferensi pers pencapaian kinerja desk pemberantasan perjudian daring dan desk keamanan siber dan pelingungan data di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Kelompok pelajar dan mahasiswa yang terlibat sampai saat ini berjumlah total 960.000, paling besar adalah mahasiswa," kata Satryo di Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga
Menkomdigi Meutya Hafid Blokir 104.819 Situs Judi Online dalam 2 Pekan
Menurut Satryo, Kemendiktisaintek telah memerintahkan kepada setiap pimpinan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, untuk berupaya mencegah keterlibatan para mahasiswa, dosen, hingga tenaga pendidik agar tidak menjadi pemain judi online.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkap pihaknya juga telah mengumpulkan seluruh rektor perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama, seperti IAIN, UIN, STAIN dan kantor wilayah (kanwil) se-Indonesia dalam sebuah rapat kerja. Nasaruddin mengatakan, Kemenag komitmen untuk memberantas perjudian online.
"Kekuatan Kementerian Agama terlibat di dalam rangka mencegah dan sekaligus mengeliminasi judi online ini. Kami melibatkan 5.940 kantor KUA, penyuluh kami di seluruh Indonesia itu ada 50.000, terdiri atas penyuluh agama Islam, Kristen, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghuchu," ungkap dia.
Baca Juga
Selain itu, Kemenag juga memastikan akan memanfaatkan rumah ibadah dalam upaya pemberantasan judi online. Imam Besar Istiqlal itu menyebut, Kemenag memiliki sebanyak 800.000 masjid di seluruh Indonesia, kemudian ditambah dengan rumah-rumah ibadah agama lain, seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.
"Itu semuanya kita akan menggunakan dalam rangka memproteksi judi online ini. Dan insyaallah kalau ini bekerja, kami sangat yakin bahwa masyarakat itu akan semakin memiliki kesadaran moral, spiritual," papar dia.

