Pemerintah Pastikan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Flores Timur Tetap Bisa Mencoblos
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto memastikan pihaknya bersama stakeholder terkait akan membantu lebih dari 13.000 warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bisa menggunakan hak pilih suara mereka pada Pilkada 2024. Bima Arya memastikan, ribuan warga yang mengungsi tersebut tetap dapat mencoblos pada 27 November 2024 mendatang.
“Ada sekitar 29 TPS (tempat pemungutan suara) dan ada 13.000 lebih pemilih yang harus kita pikirkan untuk bisa menyalurkan hak pilihnya. Insyaallah, saya akan ke daerah tersebut, hari Minggu (24/11/2024), bersama-sama yang lain untuk memastikan hak (suara) pengungsi tetap bisa disalurkan,” kata Bima Arya saat ditemui di kantor Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2024).
Baca Juga
Pimpin Apel Siaga Masa Tenang Pilkada 2024, Gibran: Beda Pendapat Hal Lumrah
Bima Arya menambahkan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri telah memberikan kemudahan kepada para korban terdampak erupsi gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu untuk menggunakan hak suaranya. Warga terdampak, katanya, cukup membawa surat keterangan atau kartu tanda penduduk (KTP) agar dapat mencoblos.
“Dukcapil sudah kita instruksikan untuk memudahkan (pencoblosan warga terdampak). Jadi cukup selembar kartu keterangan atau kartu kependudukan saja yang bisa digunakan untuk mencoblos nantinya. Kita pastikan semuanya harus bisa mencoblos,” ujar mantan Wali Kota Bogor periode 2014-2024 itu.
Baca Juga
Cek! Pengoperasian Kembali Sederet Bandara dan Penerbangan Pasca Erupsi Gunung Lewotobi
Selain mengakomodasi kurang lebih 29 TPS, lanjut Bima, pihaknya juga akan menyiapkan pelatihan bagi kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kabupaten Flores Timur.
“Hari Minggu nanti kita akan cek kesiapan TPS-TPSnya. Kemudian yang paling penting adalah penyelenggaranya, karena ada yang belum juga dilakukan pelatihan. KPPS-nya kan juga harus kita siapkan semua, bukan hanya TPS tapi KPPS-nya (disiapkan),” tutup dia.

