Menkomdigi Ungkap Kemungkinan Operasional PDN Cikarang Kembali Molor
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan pengoperasian Pusat Data Nasional (PDN) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kemungkinan molor kembali dari perkiraan awal pada Januari 2025 mendatang.
Rencana pengoperasian PDN Cikarang sudah molor berkali-kali. Awalnya, pusat data ini ditargetkan beroperasi pada Agustus 2024 tepatnya pada peringatan HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024. Namun, setelah terjadinya serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya, Jawa Timur operasional PDN Cikarang diundur hingga Januari 2025.
Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat pada Selasa (5/11/2024), Meutya mengungkapkan kemungkinan pengoperasian PDN Cikarang kembali molor dari rencana pada Januari 2025.
Baca Juga
Menkominfo: PDN Cikarang Bakal Diresmikan Pemerintahan Prabowo-Gibran
"Kami perlu sampaikan dari sekarang, kemungkinan ada keterlambatan rencana pengoperasian pada Januari. Nah, ini kami juga terimanya agak kaget sekaligus mitigasi, siap-siap," ujar Meutya.
Perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR itu tidak mengungkapkan penyebab molornya pengoperasian PDN Cikarang tersebut. Namun yang jelas, setelah insiden PDNS 2, pemerintah langsung meningkatkan sistem keamanan pusat data pemerintah, termasuk PDN Cikarang belum rampung pembangunannya.
"Kalau ada keterlambatan, mungkin kami akan nanti memohon Komisi I untuk PDNS. Kemarin anggarannya belum kami masukkan untuk perpanjangan PDNS dengan asumsi confident PDN-nya selesai, tapi nampaknya ada keterlambatan," tuturnya.
Baca Juga
Cegah Insiden PDNS 2 Terulang, Instansi Pemerintah Wajib Punya Backup Data Minimal 3
Saat ini, diketaui PDN Cikarang masih dalam proses pembangunan fisik dan akan diserahterimakan dari pengembang ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) pada akhir Desember 2024
Pada kesempatan yang sama, Meutya menyebut bahwa ke depannya lokasi PDN Cikarang tidak akan diungkapkan secara spesifik ke publik. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga keamanan dan kepentingan nasional.
Baca Juga
Oknum Pegawai Terjerat Judi Online, Meutya: Audit Menyeluruh Tunggu Penyelidikan Polisi Rampung
"Karena ini bersifat juga terhadap kerawanan atau menjaga national interest. Jadi untuk Komisi I saja nanti mungkin bisa kita jelaskan, namun karena rapat ini bersifat terbuka kami tidak mungkin menyebutkan lokasi-lokasi Pusat Data Nasional yang akan direncanakan kita buat bersama," tuturnya.
PDN yang dibangun di Greenland International Industrial Centre, Kawasan Industri Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi menelan biaya sebesar € 164 juta euro dengan 85% pembiayaan dari pemerintah Prancis dan sisanya adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni. Pusat data tersebut nantinya memiliki prosesor 25.000 cores, lalu memorinya mencapai 200 TB, sementara itu penyimpanannya atau storage sebesar 40 PB, dan akan ditenagai oleh listrik secara mekanikal sebesar 20 MW.

