Eks Pimpinan Minta KPK Dukung Prabowo Berantas Korupsi
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/10/2024).
Seusai pertemuan dengan pimpinan KPK, mantan Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan meminta KPK mendukung Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen memberantas korupsi hingga ke akarnya. Basaria menyatakan, KPK harus kuat dan kompak untuk mendukung komitmen Prabowo tersebut.
“Kita memberikan masukan kepada KPK berikutnya nanti. Mereka harus semakin kuat, semakin kompak, harus mendukung statement dari presiden kita Pak Prabowo yang menyatakan berantas korupsi sampai ke mana pun akan dikejar. Jadi mereka harus siap dengan itu,” kata Basaria.
Baca Juga
Bahas Pemberantasan Korupsi, Prabowo Singgung Soal Ikan Busuk Dimulai dari Kepala
Basaria mengapresiasi sikap dan pernyataan Prabowo yang berkomitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Bahkan, dalam setiap kesempatan, Prabowo menegaskan komitmennya tersebut.
“Kalau kita ikuti presiden kita sekarang, beliau kelihatannya sangat peduli tentang korupsi mulai dari beliau dilantik sampai dengan hari ini. Setiap hari hampir mengatakan berbicara tentang pemberantasan korupsi,” ujar Basaria.
Hal senada dikatakan mantan Wakil Ketua KPK lainnya Saut Situmorang. Ditekankan, komitmen Prabowo dalam upaya pemberantasan korupsi terlihat dari pernyataannya setelah diumumkan KPU sebagai pemenang Pilpres 2024. Saat itu, Prabowo menyatakan akan menghapus korupsi, bukan lagi menurunkan atau mengurangi korupsi.
"Sudah jelas kok, statement-nya jelas. Saya selalu mengatakan bahkan begitu diumumkan oleh KPU dia menang saja, sudah menyatakan ‘saya akan menghapus.' Dia pakai kata-kata menghapus. Selanjutnya dia mengatakan menurunkan, mengurangi, dan seterusnya," katanya.
Saut meyakini gaya kepemimpinan Prabowo dalam memberantas korupsi akan berbeda dibanding pemerintahan sebelumnya. Saut meminta Prabowo menetapkan indikator keberhasilan pemberantasan korupsi agar kerja-kerja aparat penegak hukum, termasuk KPK lebih terukur.
"Kalau sekarang indeks persepsi korupsi Indonesia 34 sangat kompleks, kira-kira Pak Prabowo ini mau enggak 60 atau 50 di atas Malaysia indeks persepsi korupsi. Jadi KPI-nya harus jelas, key performance indicators-nya begitu," katanya.
Diketahui, Prabowo berulang kali menekankan komitmennya dalam memberantas korupsi. Hal itu sejalan dengan poin tujuh dari Astacita, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Pencegahan serta pemberantasan korupsi turut menjadi salah satu dari 17 program prioritas Prabowo-Gibran.
Baca Juga
Retreat Kabinet di Akmil, Menteri Prabowo Bakal Digembleng soal Pemerintahan hingga Antikorupsi
Tak hanya itu, dalam pidato perdananya sebagai presiden di sidang paripurna MPR, Minggu (20/10/2024), Prabowo menekankan korupsi dan kolusi yang dilakukan para pejabat di semua tingkatan bersama pengusaha nakal yang tidak patriotik membahayakan masa depan Indonesia. Korupsi membahayakan generasi mendatang.
Prabowo meyakini pemberantasan korupsi dengan perbaikan sistem melalui digitalisasi dapat mengurangi korupsi secara signifikan. Namun, Prabowo meminta seluruh pemimpin untuk memberikan contoh dan teladan.
"Ada pepatah yang mengatakan, kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala. Semua pejabat dari semua eselon dari semua tingkatan harus memberi contoh untuk menjalankan kepemimpinan pemerintahan yang sebersih-bersihnya. Mulai contoh dari atas dan sesudah itu penegakan hukum yang tegas dan keras," tegas Prabowo.

