Yassierli, Guru Besar ITB Menaker Prabowo dengan Prestasi Mentereng
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto melantik Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Yassierli sebagai Menteri Ketenagakerjaan pada, Senin (21/10/2024).
Yassierli merupakan 1 dari 24 profesional yang mengisi kursi Kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, penunjukan sebagai Menaker oleh Prabowo menjadi amanah besar bagi dirinya.
"Tidak mudah (menangani) isu ketenagakerjaan. Sebagaimana juga harapan dari Pak Presiden ini kita harus serius. Kita harus mencoba mencari bagaimana solusi yang paling optimal," katanya ketika ditemui oleh awak media usai mengikuti serah terima jabatan di kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2024).
Lebih lanjut, Yassierli menyebut tugas utamanya sebagai Menaker adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh Prabowo dalam pidatonya usai dilantik pada Minggu (20/10/2024) di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat.
Tentu saja, upaya tersebut tidak bisa dilakukan oleh Kemenaker sendirian. Yassierli mengaku akan berkolaborasi dengan instansi pemerintah lainnya, termasuk di antaranya adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti), dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Baca Juga
Ini Program Prioritas 100 Hari Pertama Menaker Yassierli, Termasuk UMP
"Kalau kita bicara terkait bagaimana reskilling (penyesuaian kemampuan) dan upskilling (peningkatan kemampuan), tentu kita tidak bisa terlepas dari perindustrian yang mengelola manufaktur dan seterusnya.
Kemudian juga perguruan tinggi sejauh mana juga itu menyiapkan tenaga kerja untuk siap bekerja," tuturnya.
Selain itu, Yassierli menyatakan Kemnaker juga mengupayakan pengiriman lebih banyak tenaga kerja terampil ke luar negeri. Tentunya dalam hal ini juga perlu adanya kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang sebelumnya menjadi bagian dari Kemenaker.
Profil Yassierli
Yassierli lahir di Padang, Sumatra Barat pada 22 April 1976 merupakan pakar ergonomi industri yang tercatat sebagai Guru Besar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB.
Lulus SMA Negeri 1 Padang, ia menempuh S-1 di FTI ITB (1993-1997) dan S-2 di Program Studi Teknik dan Manajemen Industri kampus yang sama (1998-2000). Adapun, pendidikan doktoralnya diselesaikan di Virginia Tech, Amerika Serikat di bidang Industrial and Systems Engineering pada 2005.
Yassierli memulai karier sebagai staf pengajar dan peneliti FTI ITB sejak 1998. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Manusia & Organisasi (PMO) ITB (2015-2017). Saat ini, Yassierli duduk sebagai sebagai Senat Akademik ITB dan Komite Manajemen Risiko Majelis Wali Amanat (MWA) ITB.
Di luar kampus, Yassierli merupakan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI), usai mengabdi sebagai Ketua PEI (2015-2021). Dia juga tercatat sebagai Presiden The South East Asian Network of Ergonomics Societies (SEANES) atau Perhimpunan Ergonomi Masyarakat Asia Tenggara.
Baca Juga
Indosat (ISAT) dan Mastercard Kembangkan Sistem Pembayaran Tanpa Turun Mobil
Pria berdarah Minangkabau itu juga pernah mencalonkan diri sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) pada 2022, akan tetapi mengundurkan diri dalam tahapan penyaringan. Selain itu, dia juga tercatat sebagai konsultan di sejumlah instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan swasta.
Yassierli juga berhasil menyabet sejumlah penghargaan, antara lain IEA Technical Award on Promotion of Ergonomics in Developing Countries pada 2021 dari International Ergonomics Association (IEA).
Pada tahun yang sama, dia juga mendapatkan IEOM Award on Outstanding Professor in Human Factors and Ergonomics dari Industrial Engineering and Operation Management Society (IEOM). Dia juga tercatat sebagai Tokoh K3 Indonesia pada 2022.
Kemudian untuk publikasinya, Yassierli menerbitkan sejumlah buku, antara lain "Buku Ergonomi: Suatu Pengantar" (2014), "Buku Ergonomi Industri" (2020), dan "Buku Design Thinking". Dia juga telah menerbitkan puluhan paper jurnal internasional, paper seminar nasional, dan paper seminar internasional sepanjang karier akademiknya.

