Baru Dilantik, Menteri Wihaji Deklarasikan “War On Stunting”
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu anggota kabinet Merah Putih yaitu Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan harapan Presiden Prabowo Subianto agar anggota kabinetnya bisa segera bergerak menyusun konsep serta langkah-langkah strategis.
Bahkan sebelum dilantik, Wihaji sudah mengambil ancang-ancang untuk tancap gas melaksanakan tugas barunya sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN. Asal tahu, kementerian ini merupakan transformasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada kabinet sebelumnya.
Wihaji menyatakan bahwa upaya percepatan penurunan stunting perlu digalakkan yang diistilahkannya sebagai "War on Stunting."
Baca Juga
“Kalau kemarin sekitar 800 ribu warga Batang (yang saya urusi), sekarang 280 juta, yang 25% (baduta) kira-kira mengalami masalah khususnya stunting. Tantangan itulah yang pas kemarin dipanggil bapak presiden harus ada percepatan dengan War on Stunting,” ungkap Wihaji yang dikutip dari keterangan, Selasa (22/20/2024).
Bagi Wihaji, persoalan kependudukan dan pembangunan keluarga bukan menjadi hal yang asing baginya berbekal pengalamannya menjabat sebagai bupati, yang salah satu dinasnya menangani hal tersebut. Kedepannya, ia bersama jajarannya akan berupaya untuk memerangi stunting.
“Upaya penurunan angka stunting harus dengan fokus daerah mana, provinsi mana, wilayah mana, caranya seperti apa, siapa yang bergerak, siapa yang menangani, kementerian apa yang nanti kita bekerja sama. Insha Allah nanti saya diskusikan, saya programkan dan tentu (bersama) dengan Wamen saya,” pungkasnya.
Profil Wihaji
Karier politik Wihaji dimulai sebagai staf ahli anggota DPR RI dari Partai Golkar, hingga kemudian menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal di DPP Partai Golkar.
Diketahui, Dr. H. Wihaji, SAg, MPd, juga pernah menjabat sebagai Bupati Batang pada periode 2017-2022. Wihaji lahir pada 22 Agustus 1976 di Sragen. Ia juga seorang akademisi yang memiliki gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta.
Saat menjabat Bupati Batang, Wihaji memiliki kepedulian yang tinggi pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya pada pengembangan karakter generasi muda.
Wihaji kerap menyambangi sekolah-sekolah untuk mendengarkan suara generasi muda, tentu sambil mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan dan pembinaan karakter remaja di sekolah.
Baca Juga
Kenalkan Faisol Riza sebagai Wamenperin, Agus Gumiwang: Beliau Mengerti Betul Manufaktur
Wihaji juga dikenal memiliki kemampuan negosiasi dan manajerial yang baik yang dibuktikan ketika ia berhasil meyakinkan investor besar dari Korea Selatan dan Swiss untuk menanamkan modal saat menjadi Bupati Batang.
Tepat sembilan bulan Kawasan Industri Terpadu Batang dilaunching, perusahaan kaca besar asal Korea Selatan, KCC Glass, pada Juni 2021 lalu telah melakukan groundbreaking pabriknya di Kawasan Industri Batang dan bakal menjadi perusahaan kaca terbesar se-Asia Tenggara.
Selain itu, sepanjang lima tahun Wihaji memimpin Batang, kabupaten ini senantiasa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) setiap tahun. Hal ini membuktikan kemampuannya dalam mengarahkan birokrasi di bawahnya agar senantiasa bersih dan bebas KKN.
Adapun, berbagai capaian BKKBN di era kepemimpinan Hasto Wardoyo tentu menjadi modal bagi Wihaji dalam niatnya untuk melakukan “perang” terhadap stunting.
Selain itu peningkatan kelembagaan dari Badan menjadi Kementerian tentu akan meningkatkan kapasitas pengelolaan permasalahan kependudukan dan pembangunan keluarga. (CR-4)

