Wajah Muhammadiyah dan NU di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih yang akan bekerja selama periode 2024-2029 ke depan. Dalam susunan kabinet tersebut terdapat 7 menteri koordinator (menko), 41 menteri teknis, 56 wakil menteri (wamen) serta 7 kepala badan/lembaga sehingga total sebanyak 111 orang.
"Dengan kesepakatan para ketua umum koalisi, kami beri nama kabinet ini Kabinet Merah Putih,” kata Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024) didampingi Gibran serta Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Dari 111 orang pembantu Prabowo di kabinet tersebut, terdapat sejumlah nama yang juga terafiliasi dengan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan di antara mereka dipercaya Prabowo untuk menduduki jabatan di kementerian/lembaga strategis. Baik di sektor ekonomi hingga bidang pembangunan manusia, diisi oleh tokoh Muhammadiyah maupun NU.
Lantas siapa saja menteri serta wamen Prabowo-Gibran yang berasal dari Muhammadiyah atau NU?
Tokoh Muhammadiyah
Abdul Mu'ti, menjadi nama pertama tokoh Muhammadiyah yang dipercaya Prabowo untuk menduduki kursi menteri di Kabinet Merah Putih. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini dipercaya Prabowo untuk menjadi menteri pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen). Saat ini dia juga tercatat sebagai dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta.
Baca Juga
Lanjutkan Tugas Jadi Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto Akan Fokus pada Sejumlah Target Ini
Raja Juli Antoni, ditunjuk oleh Prabowo untuk menjadi menteri kehutanan (menhut). Dia pernah diberikan mandat sebagai ketua umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tahun 2000-2022. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini juga pernah bertugas sebagai direktur eksekutif Ma'arif Institute, besutan eks Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif.
Fajar Riza Ul Haq, akan mendampingi Abdul Mu'ti dengan menjabat sebagai wakil menteri dikdasmen. Fajar tercatat pernah menjabat sebagai ketua umum Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukoharjo. Saat ini dirinya tengah menjalankan tugas sebagai ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah.
Fauzan, merupakan seorang akademisi yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dua periode, yakni pada 2016-2024. Dirinya dipercaya Prabowo untuk mengisi kursi wakil menteri pendidikan tinggi, sains dan teknologi.
Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang saat ini tengah aktif menjadi ketua umum PP Muhammadiyah. Sebelumnya juga pernah menjabat sebagai ketua IPM Sulawesi Selatan. Di Kabinet Merah Putih, dirinya ditugaskan untuk bekerja sebagai wakil menteri perlindungan pekerja migran Indonesia.
Baca Juga
Sah! Tak Ada Kader PDIP di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
Lalu ada Dahnil Aznar Simanjuntak, yang dikenal sebagai orang dekat Prabowo sekaligus eks juru bicara menteri pertahanan (menhan). Dia merupakan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah 2014-2018. Meski tidak diperkenalkan dalam pengumuman susunan kabinet pada Minggu (20/10/2024), dirinya akan bekerja sebagai wakil kepala Badan Haji dan Umrah.
Tokoh NU
Berbeda dengan Muhammadiyah, sejumlah tokoh yang diperkenalkan oleh Prabowo sebagai anggota Kabinet Merah Putih, sebelumnya diketahui terafiliasi secara kultural maupun struktural dalam kepengurusan ormas NU beserta badan otonomnya. Investortrust merangkum sejumlah tokoh NU yang dipercaya Prabowo untuk masuk ke dalam kabinet.
Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, adalah putra dari Tokoh NU Muhammad Iskandar yang juga mantan pengajar Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif. Cak Imin saat ini juga merupakan ketua umum PKB. Dia juga pernah diberikan mandat untuk menjadi ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) 1994-1997. Pada pemerintahan kali ini, dia akan bekerja sebagai menteri koordinator (menko) bidang kebudayaan masyarakat.
Nasaruddin Umar, pria yang dikenal sebagai imam besar masjid Istiqlal ini juga tercatat sebagai Rais Syuriah Pengurus Besar NU (PBNU). Terkait nasab ke-NU-an, dia juga merupakan alumni dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan. Prabowo menunjuk Nasaruddin untuk bekerja sebagai menteri agama (menag).
Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul, merupakan sekretaris jenderal PBNU. Gus Ipul juga pernah memimpin organisasi sayap NU, yakni Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dua periode, pada 2000-2010. Dia dipercaya Prabowo untuk melanjutkan tugas sebagai menteri sosial (mensos).
Baca Juga
Susunan Lengkap Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, Ada 7 Menko dan 56 Wamen
Arifah Choiri Fauzi, merupakan pimpinan dari organisasi sayap NU lainnya, yakni Muslimat. Arifah merupakan sekretaris umum PP Muslimat NU, yang juga mendampingi Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua umum. Arifah akan bekerja sebagai menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPA) di Kabinet Merah Putih.
Erick Thohir, pria yang ditugaskan Prabowo untuk kembali melanjutkan tugas sebagai menteri BUMN, juga tercatat sebagai fungsionaris PBNU. Erick diketahui tengah menjabat sebagai ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lapkesdam) NU. Dia juga pernah mengikuti kegiatan kaderisasi formal yang diselenggarakan GP Ansor.
Nusron Wahid, pernah bertugas sebagai wakil ketua umum (waketum) PBNU sebelum akhirnya non-aktif. Saat ini Nusron berkhidmat sebagai wakil Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta. Nusron diketahui akan bekerja sebagai menteri agraria dan tata ruang (ATR) serta kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Selain nama-nama tersebut masih ada anggota kabinet Prabowo-Gibran yang juga diidentifikasi sebagai nahdliyin atau sebutan untuk warga NU. Sebut saja di antaranya ada Menteri Perlindungan P2MI Abdul Kadir Karding, Menteri PPN Rachmat Pambudi, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamen BUMN Aminuddin Ma'ruf, Wamenperin Faisol Riza hingga Kepala Badan Haji Irfan Yusuf.

