Prabowo Singgung Korupsi Pejabat, Pengusaha Nakal, dan Kemerdekaan Palestina, Ini Poin-Poin Penting Pidato Pertamanya sebagai Presiden
JAKARTA, investortrust.id - Prabowo Subianto menyampaikan pidato pertamanya sesaat setelah dilantik menjadi Presiden di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Prabowo, yang berpidato selama 52,49 menit, sempat menyinggung soal korupsi pejabat, pengusaha nakal, dan kemerdekaan Palestina. Berikut poin-poin pentingnya:
* Pemerintahan Prabowo-Gibran akan menjalankan pemerintahan dengan tulus, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilihnya saat pilpres.
* Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang berani, bangsa yang tidak takut tantangan, bangsa yang tidak takut rintangan, bangsa yang tidak takut ancaman.
Baca Juga
Prabowo Disebut "Reinkarnasi" Bung Karno, Ini Isi Pidato Lengkap Pertamanya setelah Menjadi Presiden
* Kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hadiah, melainkan didapat dengan pengorbanan sangat besar. Pengorbanan terbesar adalah pengorbanan rakyat yang paling miskin, wong cilik, yang berjuang, memberi makan kepada para pejuang. Karena itu, negara harus berpihak kepada rakyat kecil.
* Bangsa Indonesia harus berani mawas diri, berani memperbaiki diri sendiri, berani mengoreksi diri sendiri. Masih terlalu banyak kebocoran, penyelewengan, dan korupsi yang sangat merusak dan membahayakan masa depan bangsa ini.
* Terlalu banyak kebocoran anggaran, penyimpangan-penyimpangan, kolusi di antara para pejabat politik, pejabat pemerintah, di semua tingkatan, dengan pengusaha-pengusaha nakal, pengusaha-pengusaha yang tidak patriotik.
* Praktik korupsi akan diberantas melalui perbaikan sistem, lewat penegakan hukum yang tegas dan melalui digitalisasi.
* Semua pejabat di semua tingatan wajib memberi contoh untuk menjalankan kepemimpinan pemerintahan yang sebersih-bersihnya. Penegakan hukum akan dilaksanakan secara tegas dan keras.
* Jangan takut melihat realita bahwa sebagian rakyat Indonesia belum menikmati hasil kemerdekaan. Terlalu banyak rakyat berada di bawah garis kemiskinan. Terlalu banyak anak-anak yang berangkat sekolah tidak makan pagi. Terlalu banyak anak-anak yang tidak punya pakaian untuk berangkat sekolah.
* Para pemimpin jangan terlalu senang, cepat gembira, dan cepat puas melihat angka-angka statistik, padahal belum melihat gambaran utuhnya. Jangan merasa bangga Indonesia menjadi anggota G20 dan masuk ekonomi ke-16 terbesar di dunia, karena kemiskinan di Indonesia masih terlalu besar. Masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi, masih banyak rakyat yang tidak dapat pekerjaan secara layak, masih banyak sekolah yang tidak terurus.
* Bangsa Indonesia jangan seperti burung unta, yang jika melihat sesuatu yang tidak enak langsung memasukkan kepalanya ke dalam tanah. Mari menatap ancaman dan bahaya dengan gagah. Mari menghadapi kesulitan dengan keberanian. Mari bersatu untuk mencari solusi-solusi.
* Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, paling lambat 4-5 tahun, Indonesia harus mencapai ketahanan pangan. Bahkan Indonesia siap menjadi lumbung pangan dunia.
* Indonesia harus segera swasembada energi agar saat menghadapi kemungkinan terburuk, seperti perang dunia, bangsa ini sudah siap. Tanaman lokal bisa dimanfaatkan untuk swasembada energi, dari kelapa sawit, singkong, tebu, sagu, hingga jagung. Indonesia juga punya energi panas bumi, batu bara, dan air yang cukup.
Baca Juga
Apresiasi Acara Pelantikan, Delegasi Rusia Sebut Prabowo Presiden Hebat
* Berbagai subsidi harus tepat sasaran, sampai kepada yang membutuhkan, dengan memanfaatkan teknologi digital. Seluruh anak-anak harus bisa makan bergizi minimal satu kali sehari.
* Program hilirisasi komoditas bakal dilanjutkan demi meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
* Untuk menghadapi berbagai persoalan, segenap komponen bangsa perlu bersatu, berkolaborasi, bukan cekcok berkepanjangan. Indonesia butuh para pemimpin yang tidak saling caci maki, yang arif, bijaksana, cinta budaya dan sejarah bangsa sendiri, yang bangga terhadap tradisi dan adat bangsa sendiri.
* Indonesia harus menjadi bangsa yang berdemokrasi, yang menempatkan kedaulatan rakyat setinggi-tingginya dalam dasar negara Pancasila. Demokrasi yang dijalankan bangsa Indonesia harus demokrasi yang khas untuk Indonesia, demokrasi yang berasal dari sejarah dan budaya Indonesia, yaitu demokrasi yang santun, demokrasi di mana berbeda pendapat harus tanpa permusuhan, tanpa caci maki, bertarung tanpa membenci, bertanding tanpa berbuat curang. Demokrasi Indonesia harus demokrasi yang menghindari kekerasan, adu domba, hasut-menghasut. Harus demokrasi yang sejuk, demokrasi yang damai, demokrasi yang menghindari kemunafikan.
* Bangsa Indonesia harus bersatu dan bekerja sama untuk mencapai cita-cita para leluhur, yaitu bangsa yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kertoraharjo, bangsa yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur, bangsa di mana rakyat cukup sandang, pangan, papan, dan wong cilik bisa tertawa.
* Setiap pemimpin di segala tingkatan harus sadar bahwa kekuasaan adalah milik rakyat, kedaulatan adalah kedaulatan rakyat, berkuasa seizin rakyat. Maka menjalankan kekuasaan harus sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Bukan bekerja untuk diri sendiri, kerabat, bukan pula untuk para pemimpinnya.
* Bangsa yang merdeka adalah bangsa di mana rakyat merdeka seutuhnya. Maka bangsa Indonesia harus bebas dari ketakutan, bebas dari kemiskinan, bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan, bebas dari penindasan, bebas dari penderitaan.
* Bangsa Indonesia harus bekerja keras dan berjuang tanpa menyerah untuk menghimpun dan menjaga semua kekayaan negeri ini. Jangan sampai kekayaan bangsa ini diambil murah oleh pihak-pihak lain. Semua kekayaan bangsa ini harus sebesar-besarnya dimanfaatkan untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat Indonesia.
* Bangsa Indonesia harus membangun masa depan secara bersama-sama, tanpa membeda-bedakan suku, partai, agama, dan golongan.
* Dalam mengahadapi dunia internasional, Indonesia memilih jalan bebas aktif nonblok, tidak ikut pakta-pakta militer mana pun. Tetapi Indonesia punya prinsip antipenjajahan, antipenindasan, dan antirasialisme. Karena itu, Indonesia akan terus membela kemerdekaan bangsa Palestina yang terus ditindas.
Baca Juga
Prabowo: Terima Kasih Atas Kepemimpinan dan Kenegarawanan Pak Jokowi
* Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang berterima kasih kepada generasi pembebas, para pahlawannya, yang telah membayar saham kemerdekaan dengan darah dan air mata mereka. Bangsa Indonesia juga harus berterima kasih kepada para presiden terdahulu atas jasa-jasa mereka, dari mulai Bung Karno, Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), danJokowi beserta para wapresnya.
* Hentikan dendam, hilangkan kebencian, bangun kerukunan, bangun gotong royong sebagai kepribadian bangsa Indonesia.
* Bangsa Indonesia tidak mau mengganggu bangsa lain, tapi bangsa lain jangan coba-coba mengganggu bangsa Indonesia.
* Pemerintahan Prabowo-Gibran siap melanjutkan estafet kepemimpinan, siap bekerja keras menuju Indonesia Emas, menjadi bangsa yang kuat, merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

