SHI Ungkap Alasan para Hakim Menangis Seusai Ditelepon Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Terdapat momen haru saat para hakim yang tergabung dalam Solidaritas Hakim Indonesia (SHI) menangis saat beraudiensi dengan pimpina DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2024) lalu. Saat itu, sejumlah hakim tampak menangis dan sebagian lainnya bersorak.
Momen itu terjadi saat Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menelepon presiden terpilih Prabowo Subianto dan diperdengarkan melalui mikrofon di ruangan rapat Komisi III DPR. Kepada para hakim, Prabowo berjanji akan menjamin kesejahteraan hakim.
Baca Juga
Kepada DPR, SHI Sebut Gaji Hakim Setara Uang Jajan Rafathar Selama 3 Hari
Terkait momen haru tersebut, Jubir SHI, Fauzan Arrasyid mengatakan, para hakim emosional dan bersyukur melihat respons positif yang disampaikan pimpinan DPR dan terutama Prabowo sebagai presiden terpilih.
"Saya pribadi di malam harinya saya langsung bertanya ke teman-teman yang menangis ya. Saya tanya ke beberapa teman-teman, 'kok bisa menangis hanya karena mendengar respons positif dari presiden terpilih? Jawabannya teman-teman begini, 'kami bersyukur karena usaha, kalau bahasa kami tuh, jalan ninja yang kami pilih itu direspons positif'," tutur Fauzan dalam diskusi bertajuk "Masihkah demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa?" yang digelar Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) di Jakarta, Jumat (11/10/2024).
Diketahui, ratusan hakim yang tergabung dalam SHI memilih cuti bersama pada 7 Oktober hingga hari ini, Jumat (11/10/2024). Aksi ini digelar sebagai upaya para hakim memperjuangkan kesejahteraan mereka yang tidak mengalami perubahan sejak 2012 atau 12 tahun lalu.
Fauzan mengakui terdapat perdebatan panjang di antara para hakim terkait aksi cuti bersama ini. Namun, SHI yang mayoritas merupakan hakim muda memutuskan aksi cuti bersama.
"Akhirnya kami hakim di angkatan muda itu punya satu kesepemahaman bahwa tata cara pengambilan keputusan jika musyawarah mufakat tidak tercapai maka kita voting karena kebiasaan di musyawarah majelis. Akhirnya keputusan yang kita ambil adalah itu (cuti bersama)," katanya.
Fauzan mengungkapkan, banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi para hakim yang memutuskan cuti bersama. Bahkan, hingga beberapa hari sebelum cuti bersama, sejumlah hakim masih ragu dengan langkah tersebut.
"Karena memang semangatnya adalah menjaga harkat dan martabat jabatan awalnya," katanya.
Untuk itu, ketika Prabowo merespons positif perjuangan SHI, sejumlah hakim tak kuasa menahan tangis.
"Jadi kalau saya pribadi jika ditanya kenapa ketika itu mengeluarkan emosional yang berlebih, ya karena bersyukur pada akhirnya cara yang kami gunakan cara yang ternyata memberikan dampak positif pada rujukan akhir yang ingin kami capai," tuturnya.
Baca Juga
Prabowo: Kunci Negara Bebas Korupsi Hakimnya Tak Bisa Dibeli
Meski mendapat respons positif dari Prabowo, Fauzan menegaskan, hal tersebut tidak akan mengganggu indepedensi hakim. Fauzan meyakini 148 hakim yang terlibat dalam aksi cuti bersama merupakan hakim yang bersih yang memperjuangkan agar mereka mendapat rezeki yang halal.
"Hakim-hakim yabg memilih berjuang dengan cara yang legal tidak melanggar hukum tanpa mengganggu hak-hak masyarakat. Walaupun masyarakat merasa begini nih 'loh kami kan jadi tidak bersidang'. Iya tidak bersidang, tetapi itu tidak melanggar hukum, sebab yang kami gunakan adalah hak cuti kami yang resmi. Jadi 148 hakim itu yang ke Jakarta syaratnya adalah membawa surat izin cuti pimpinan pengadilan masing masing. Jadi tidak ada yang salah di situ," katanya.

