Sinta Nuriyah: Makam Gus Dur Tak Pernah Sepi Peziarah, Bukti Banyak yang Rindu
JAKARTA, investortrust.id- Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengatakan, hingga saat ini sosok suaminya tetap dirindukan banyak orang. Hal ini tecermin dari makam Gus Dur yang tidak pernah sepi peziarah.
“Ke manapun kami pergi, masih banyak orang yang berkata baik terhadap Gus Dur dan mengenang bahkan merindukannya, sehingga makamnya sampai hari ini tidak pernah sepi dari peziarah,” ujar dia, dalam sambutannya dalam acara Silaturahmi Kebangsaan bersama MPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (29/9/2024).
Bahkan, menurutnya, sebagian orang juga mempercayai bahwa Gus Dur adalah seorang wali, karena banyak ucapan dan tindakan beliau yang terbukti hingga sekarang. Dikatakan Sinta, kecintaan banyak orang terhadap sosok Gus Dur, tidak lain karena sifatnya yang tidak neko-neko.
Baca Juga
“Sikap tanpa kompromi seperti yang ditunjukkan Gus Dur pada akhirnya membuat Gus Dur tersungkur dari kekuasaan. Namun, kehilangan kekuasaan ternyata tidak membuat Gus Dur kehilangan cinta dari masyarakat,” kata Sinta.
Sinta mengungkapkan, saat ini ia tengah menyaksikan tangan tuhan bekerja dalam keajaiban yang lain. Karena negara pada akhirnya melakukan langkah formal untuk memulihkan nama baik Gus Dur.
Seperti diketahui, hari ini (29/9/2024), Sinta mengunjungi Gedung DPR/MPR RI untuk menerima surat penegasan tak berlakunya Ketetapan (TAP) MPR Nomor 2/MPR/2001 tentang pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid yang berisi pemberhentian sebagai presiden.
Baca Juga
“Satu pelajaran yang bisa dipetik dari semua ini adalah kita harus selalu percaya ketika kita memperjuangkan kepentingan rakyat banyak, keadilan akan datang walaupun mungkin jalannya sangat lamban,” ucapnya.
Dikatakan dia, aturan yang sama juga berlaku ketika seseorang melanggar aturan dan mengorbankan rakyat untuk kepentingan sendiri. Ini penting untuk diingat sebagai pedoman dalam bersikap ketika memimpin bangsa ini.
“Berjuanglah selalu untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan negara. Semoga proses rekonsiliasi ini bisa menjadi obor benderang bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan,” katanya.

