Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Banjir Rob, PUPR Rampungkan Penanganan Kawasan Belawan
MEDAN, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya menangani kemiskinan ekstrem sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan penuntasan target penanganan permukiman kumuh.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, salah satu target utama dari visi Kementerian PUPR 2030 adalah menyelesaikan target permukiman kumuh hingga nol hektare.
''Konsep penataan kawasan permukiman kumuh harus disesuaikan dengan fungsi kota dan keselarasan lingkungan serta mempertahankan kearifan lokal. Mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah,'' kata Menteri Basuki dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Basuki menambahkan, salah satu program yang saat ini tengah ditangani adalah Penanganan Kawasan Belawan, Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga
Pangkas Kemiskinan Ekstrem, PUPR Bangun Ribuan Akses Air Minum dan Sanitasi
''Kawasan Belawan perlu ditata karena kondisi lingkungan permukimannya yang tidak layak serta lokasinya yang diapit oleh muara Sungai Belawan dan Deli sehingga rawan banjir rob,'' jelas dia.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia menyampaikan, Penanganan Kawasan Belawan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2029.
''Pada tahap 1 tahun 2022-2024, telah dilakukan penanganan banjir rob Belawan, pembangunan pintu air K3 dan rumah pompa, sosialisasi penanganan banjir rob, penanganan kemiskinan ekstrem Belawan Behari, serta penanganan hutan kota dan rumah tidak layak huni (RTLH),'' ujar Bob.
Sebagai informasi, pembangunan prasarana pengendalian banjir rob Belawan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan total biaya pembangunannya sebesar Rp 25,6 miliar.
''Ruang lingkup pekerjaannya meliputi pembangunan parapet tanggul, pompa dan rumah pompa, drainase kolektor, box culvert, dan pintu air. Konstruksi dilaksanakan sejak Agustus 2022, dan saat ini telah selesai,'' ungkap Kepala BWS Sumatera II, Mohammad Firman.
Sementara itu, lanjut Firman, untuk penataan kawasan kumuh Belawan Bahari dimulai pada pertengahan 2023 dengan tujuan utama memperbaiki kondisi lingkungan melalui pembangunan infrastruktur seperti sistem drainase, paving block sepanjang 300 meter, dan penerangan jalan umum. ''Pembangunan reservoir berkapasitas 300 m3 juga diharapkan dapat mengurangi dampak banjir rob,'' imbuh dia.
Baca Juga
Menko Airlangga Minta Pemda Turut Bekerja Kurangi Tingkat Kemiskinan
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti menambahkan, hal ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, namun juga ada pendekatan melalui berbagai program yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat.
''Konsep-konsep seperti Kampung Ramah Air, Kampung Sejahtera, Kampung Hijau, dan Kampung Tangguh dikembangkan untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan, sehat, serta mandiri secara ekonomi dan sosial,'' kata Diana.
Penataan ini, menurut Diana, juga didukung oleh keterlibatan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
''Misalnya, PT Jasa Marga yang menyumbangkan pohon Pucuk Merah untuk penghijauan di sepanjang Jalan Sinabang. Dan juga PT Tasblock Industry Indonesia yang memberikan kursi taman dan tempat sampah untuk ruang terbuka publik,'' tutup dia.

