Menko Airlangga Minta Pemda Turut Bekerja Kurangi Tingkat Kemiskinan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pemerintah daerah (pemda) membantu pengurangan tingkat kemiskinan di wilayahnya. Langkah ini seiring dengan upaya pemerintah pusat menekan angka kemiskinan ekstrem.
"Kan pemerintah punya tugas untuk menekan kemiskinan ekstrem. Nah kedua, makanya pemerintah juga harus punya program untuk mengurangi kemiskinan. Itu harus kerja daripada bupati-bupatinya, wali kota-bupati, kita mengingatkan saja," kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu malam (24/7/2024).
Pesan itu disampaikan Airlangga mengingat masih tingginya angka kemiskinan di wilayah-wilayah hilirisasi. Dia berharap pemda tak hanya mengandalkan investasi besar semata.
Baca Juga
Kepala Bapanas Klaim Bantuan Pangan Beras Turunkan Angka Kemiskinan
"Tapi harus mendorong kegiatan UMKM misalnya. Sehingga pembangunan lebih merata," ujar dia.
Airlangga berharap pemda juga dapat mendorong munculnya industri padat karya. Sebab, industri itulah yang mendorong terciptanya lapangan kerja.
"Makanya industri padat karyanya harus didorong. Aneka industri kan hampir seluruhnya padat karya," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Peneliti Industri dan Ekonomi Kawasan Bank Mandiri Dendi Ramdani pernah membuat analisa dari kondisi wilayah pertambangan saat paparan Mandiri Outlook 2024. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi tinggi di wilayah tambang tak secara langsung berdampak ke masyarakat.
Baca Juga
Kondisi Ekonomi Makro Positif, BPS Ungkap Alasan Kemiskinan Masih Tinggi
Dendi mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2024 sebesar 11,8% untuk Maluku Utara dan 17,49% untuk Papua tidak sebanding dengan konsumsi rumah tangganya. "Di Maluku Utara dan Papua lebih rendah. Maluku Utara (konsumsi rumah tangga) 4,12% dan Papua 4,3%” kata Dendi.
Dendi berpandangan, pertumbuhan ini membuktikan karakteristik sektor pertambangan yang tidak terlalu punya keterikatan dengan ekonomi lokal.
“Ini tantangan ke depan, bagaimana sektor pertambangan bisa berdampak langsung dan juga melibatkan ekonomi masyarakat di daerah tersebut, sehingga berdampak pada konsumsi dan daya beli,” kata dia.

