Bamsoet Harap Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo berharap Presiden ke-2 RI Soeharto dianugerahkan gelar pahlawan nasional. Bamsoet berharap gelar pahlawan Soeharto itu dapat dianugerahkan presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Dengan adanya surat Pimpinan MPR yang menegaskan mengenai telah dilaksanakan ketentuan Pasal 4 Ketetapan MPR Nomor 11 Tahun 1998, maka rasanya tidak berlebihan sekiranya mantan Presiden Soeharto dipertimbangkan oleh pemerintah yang akan datang mendapatkan anugerah gelar Pahlawan Nasional,” kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, di kompleks parlemen, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
Baca Juga
Hal ini seiring dengan dicabutnya nama Soeharto dalam Pasal 4 Ketetapan (Tap) MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih Tanpa Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN). Pasal 4 Tap MPR itu berbunyi, "Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapa pun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun pihak swasta/konglemerat termasuk mantan Presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan hak-hak azasi manusia."
Pencabutan nama Soeharto dalam Tap MPR itu menindaklanjuti surat pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR pada 18 September 2024 yang memohon nama Soeharto dicabut karena yang bersangkutan telah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.
Bamsoet menyampaikan, beberapa tantangan pada saat Soeharto menjabat sebagai presiden berhasil dituntaskan bersama dengan ayahanda Prabowo Subianto, Soemitro Djojohadikoesoemo beserta Mafia Berkeley lainnya. Mafia Berkeley merupakan julukan untuk sekelompok menteri bidang ekonomi dan keuangan yang menentukan kebijakan ekonomi Indonesia pada masa awal pemerintahan Soeharto.
“Catatan sejarah menjadi buktinya, tahun 1963 pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi minus 2,25%. Kemudian tahun 1966 inflasi melonjak hingga 635,3% dan tahun 1967 Indonesia adalah negara miskin dengan catatan hutang sebesar US$ 700 juta. Namun beratnya tantangan kebangsaan tersebut tidak menyurutkan langkah Bapak Haji Muhammad Soeharto. Dengan dibantu tim pakar ekonominya yang salah satunya adalah Soemitro Djojohadikoesoemo, ayahanda dari Pak Prabowo, pesiden terpilih Republik Indonesia 2024-2029, berhasil membalikkan keadaan,” ujar dia.
Baca Juga
Pimpinan MPR Dorong Soeharto dan Gus Dur Dapat Gelar Pahlawan
Adapun sejumlah jasa mantan Presiden Soeharto dalam mengatasi persoalan tersebut, mulai dari meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga mensukseskan program swasembada pangan.
“Tahun 1969 atau setahun setelah menjabat presiden pertumbuhan ekonomi melonjak tajam menjadi 12% dan inflasi berhasil ditekan pada kisaran 9,9%. Tidak hanya itu, Tahun 1976 Indonesia berhasil menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang sukses meluncurkan satelit dan Tahun 1984 Indonesia sukses swasembada pangan,” papar Bamsoet.

