Johanis Tanak Dicecar Pansel Capim KPK soal Harun Masiku: Teknis atau Politis?
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak dicecar Pansel Capim KPK mengenai lambannya lembaga antikorupsi menangkap buronan Harun Masiku. Hal itu terjadi saat Tanak menjalani sesi wawancara di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Wakil Ketua Pansel Capim KPK Arif Satria mengaku menerima banyak pertanyaan mengenai keberanian capim KPK untuk menuntaskan pencarian Harun Masiku. Arif pun mempertanyakan kepada Tanak mengenai kendala yang dihadapi KPK dalam menangkap Harun merupakan persoalan teknis atau politis.
Baca Juga
Terparkir 2 Tahun di Thamrin Residence, Ini Penampakan Mobil Harun Masiku
"Pertanyaan saya misalnya kasus Harun Masiku, apakah itu menurut Bapak masalah teknis mencari orang ataukah ini masalah politis?" tanya Arif Satria kepada Tanak.
Menjawab pertanyaan itu, Tanak menyebut pencarian Harun Masiku hanya masalah teknis. Dikatakan, KPK tidak mempunyai personel yang tersebar di seluruh daerah serta kemampuan profesional dalam mencari dan menangkap para tersangka seperti kepolisian.
"Kami sudah menyampaikan permintaan supaya dinyatakan DPO, dan kami tetap melakukan pelacakan," katanya.
Bahkan, kata Tanak, KPK sudah menyadap sejumlah nomor telepon untuk mencari Harun Masiku.
“Terus terang kami (KPK) memang melakukan penyadapan juga. Kami juga ada mendapatkan telepon nomor WhatsApp,” ucap Johanis Tanak.
Berdasarkan penyadapan tersebut, Tanak mengaku KPK mendapat informasi Harun Masiku sering berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi. Namun, Tanak tak menjelaskan secara detail mengenai lokasi yang pernah disinggahi Harun Masiku.
“Menurut informasi yang kami terima, mohon maaf kalau saya buka di sini saja, saya kira penting juga untuk diketahui, bahwasanya beliau (Harun Masiku) itu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain,” ucap Tanak.
Selain itu, kata Johanis Tanak, keberadaan keluarga Harun Masiku juga tidak jelas. KPK sudah berusaha menghubungi pihak keluarga tetapi tidak ada informasi signifikan yang didapat terkait lokasi Harun Masiku.
“Personel kami juga mencoba manakala ada informasi, turun seperti halnya melakukan OTT tapi sampai dengan saat ini juga kami belum bisa menemukan,” tuturnya.
Baca Juga
KPK Sebut Mobil yang Digunakan Harun Masiku Terparkir 2 Tahun di Thamrin Residence
Dalam kesempatan ini, Tanak menegaskan, tidak ada intervensi dari pihak lain terkait lambannya KPK menangkap Harun Masiku. Tanak menyebut KPK masih terus mencari Harun Masiku melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian.
“Kalau bisa melakukan penangkapan agar kami bisa memproses suatu perkara tidak lama ditangani sebagaimana asas dalam hukum acara, sederhana, cepat, dan biaya ringan,” katanya.

