Penyelundupan Benih Lobster Digagalkan, Vietnam Diperkirakan Jadi Tujuan
JAKARTA, investortrust.id - TNI Angkatan Laut (AL) menduga Vietnam menjadi negara tujuan penyelundupan benih bening lobster (BBL) yang dilakukan oleh rumah pengemasan di kawasan Parung Panjang, Bogor.
"Kita menduga tujuan akhirnya adalah negara Vietnam. Karena melewati negara transit yang lain," ucap Kepala Staf Koarmada RI, Laksamana Muda Didong Rio Duta dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Baca Juga
KKP Ungkap Modus Penyeludupan Benih Lobster, Tangkap Pelaku Bos Muda Berusia 19 Tahun
Adapun, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pung Nugroho Saksono mengungkapkan, negara yang menjadi transit penyelundupan benih lobster dari Indonesia di antaranya adalah Malaysia dan Singapura.
"Kalau misalkan Pak Menteri kan waktu itu bilangnya Singapura sama Malaysia. Singapura sama Malaysia. Itu dua. Kalau untuk yang paling panjang larinya kemana? Belum tahu. Kan sedang proses penyidikan," terang Pung.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan TNI Angkatan Laut (AL) melakukan penggagalan penyelundupan benih bening lobster (BBL) yang dilakukan di salah satu rumah pengemasan di kawasan Parung Panjang, Bogor.
Baca Juga
KKP dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster, Nilainya Capai Rp 7,4 Miliar
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pung Nugroho Saksono menjelaskan, jumlah benih lobster yang ditemukan pada penindakan tersebut sebanyak 49.701 ekor, yang mana nilainya kurang lebih mencapai Rp7,4 miliar.
"Berhasil diamankan 6 pekerja packing dan BBL sebanyak 49.701 ekor kemudian nilainya kurang lebih sekitar Rp 7,4 miliar," ucap Pung saat konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Senin (9/9/2024).

