Jokowi Ungkap Alasan Tunda Pemindahan ASN ke IKN
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan menunda pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebelumnya, pemindahan ASN ke IKN dilakukan bertahap mulai September 2024 ini.
Jokowi menyatakan pemindahan ASN ke IKN akan dilakukan setelah seluruh fasilitas sudah siap. Saat ini, katanya, sejumlah fasilitas di IKN, baik fasilitas inti maupun pendukung masih dalam proses pengerjaan.
Baca Juga
"Semuanya kan dilihat fasilitas-fasilitas yang ada sudah siap belum. Memang sebagian sudah siap tetapi sebagian juga belum. Saya kira kita pindah itu kalau betul-betul siap, termasuk saya ini juga sama. Pindah betul-betul memang harus siap betul," kata Jokowi.
Ditekankan, pembangunan IKN merupakan sebuah pekerjaan besar. Jokowi menekankan, pemindahan ASN ke IKN tidak semudah yang dibayangkan. Segala sesuatunya perlu dipersiapkan dengan matang.
“Jadi tidak segampang yang kita bayangkan pindah, langsung pindah, karena menyangkut pindah apakah rumahnya siap, apakah apartemennya siap. Kalau apartemennya siap apakah airnya juga siap, listriknya juga siap, semuanya ini perlu,” katanya.
Untuk itu, Jokowi memastikan akan terus memantau pembangunan di IKN secara berkala. Hal ini untuk memastikan proses pembangunan dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
“Kita terus berkunjung ke sana, tiga hari, empat hari, untuk terus mengonsolidasi dengan Pak Kepala Otorita IKN agar apa yang sudah kita rencanakan sesuai dengan target yang ditentukan,” katanya.
Baca Juga
Menteri PUPR: ASN yang Tolak Pindah ke IKN Akan Merugi, Ini Alasannya
Jokowi kembali menegaskan pembangunan IKN merupakan pembangunan sebuah ekosistem besar. Ekosistem ini diharapkan dapat hidup dengan adanya interaksi nyata di antara masyarakat yang hidup dan tinggal di IKN.
“Kita harapkan nanti betul-betul interaksi di antara masyarakat, di antara warga yang tinggal di IKN betul-betul sebuah komunitas yang hidup, baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain,” katanya.

