Menkominfo: PDN Cikarang Bakal Diresmikan Sebelum Pergantian Pemerintahan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan proses pembangunan fisik Pusat Data Nasional (PDN) Cikarang akan rampung dan dapat segera diresmikan dalam waktu dekat.
Budi Arie menyebut pembangunan fisik pusat PDN Greenland International Industrial Centre, Kawasan Industri Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu sudah mencapai 90%. Oleh karena itu, dia optimistis peresmian dapat dilakukan dalam waktu dekat.
"Sebentar lagi mau diresmikan, fisiknya sudah hampir 90%, tunggu saja," katanya ketika ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2024).
Baca Juga
Cegah Insiden PDNS 2 Terulang, Instansi Pemerintah Wajib Punya Backup Data Minimal 3
Walaupun demikian, Budi Arie belum bisa memastikan apakah peresmian PDN Cikarang dapat dilakukan sebelum pergantian periode pemerintahan pada 20 Oktober 2024 mendatang. Namun yang jelas, Kemenkominfo terus mengupayakan agar pengerjaan pusat data tersebut bisa dikebut.
"Kita usahakan (sebelum pergantian periode pemerintahan bisa diresmikan)," tegasnya.
Peresmian PDN Cikarang molor dari rencana awal pada 17 Agustus 2024 atau bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-79 walaupun tidak bisa langsung beroperasi penuh. Sebab, sistem pendukung operasional pusat data tersebut, termasuk sistem keamanan untuk mencegah terjadinya serangan siber harus disiapkan terpisah.
“Baru bisa aktif (beroperasi awal tahun depan. Tetapi secara umum infrastruktur, desain, dan proses-prosesnya sudah naik berapa persen dari bulan sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo Hokky Situngkir pada Jumat (8/9/2024) di Kemenkominfo, Jakarta Pusat.
Baca Juga
Begini Perkembangan PDN Cikarang, Jadi Diresmikan 17 Agustus 2024?
Hokky mengatakan pengoperasian PDN Cikarang akan memperhatikan beberapa hal krusial, khususnya yang berkaitan dengan insiden serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 beberapa waktu lalu. Termasuk di antaranya adalah sistem keamanan hingga pencadangan data (backup) yang menjadi sorotan publik.
Pembangunan PDN Cikarang menelan biaya sebesar € 164 juta euro dengan 85% pembiayaan dari pemerintah Prancis dan sisanya adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni. Pusat data tersebut nantinya memiliki prosesor 25.000 cores, lalu memorinya mencapai 200 TeraByte, sementara itu penyimpanannya atau storage sebesar 40 PB, dan akan ditenagai oleh listrik secara mekanikal sebesar 20 MW.
Selain PDN Cikarang, pemerintah diketahui akan membangun tiga PDN untuk memenuhi kebutuhan layanan publik di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dan Batam, Kepulauan Riau.

