PDN Cikarang Tetap Diresmikan 17 Agustus 2024, tetapi...
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan Pusat Data Nasional (PDN) Cikarang, Jawa Barat tetap akan diresmikan sesuai rencana awal pada peringatan HUT RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 mendatang.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan pembangunan PDN di Greenland International Industrial Centre, Kawasan Industri Kota Deltamas itu tetap berjalan di tengah kisruh serangan ransomware ke Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2.
"(Pembangunannya) tetap jalan, ini kan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Mau ada kasus ini (serangan ransomware ke PDNS 2) kita kan tetap jalan. Itu kan rencana kita (17 Agustus 2024) diresmikan. Tetapi itu diresmikan fisiknya," katanya ketika ditemui di Gedung Kemenkominfo, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Usman menyebut PDN Cikarang tidak akan langsung beroperasi setelah diresmikan pada 17 Agustus 2024. Kemenkominfo bersama dengan pihak terkait masih akan menyiapkan sistem pendukung operasional pusat data tersebut, termasuk sistem keamanan untuk mencegah terjadinya serangan siber.
"Kemudian yang harus kita siapkan itu jeroannya, sistemnya. Dalamnya itu harus kita siapkan mudah-mudahan paling lambat awal tahun depan itu sudah bisa beres dan beroperasi. Jadi yang dimaksud Agustus itu (peresmian) fisik bangunannya," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi sempat mengungkapkan perkembangan pembangunan PDN Cikarang.
Baca Juga
Pakar Siber: PDN Levelnya Bak Amazon, Tapi Pengamanannya Selevel Warnet
"Belum, belum (siap)," ujarnya ketika ditemui di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2024).
Budi menyebut hal yang masih perlu diperhatikan betul-betul sebelum dioperasikannya PDN Cikarang adalah salah satunya mengenai keamanan. "Harus rapi keamanannya," ucapnya.
Pembangunan PDN Cikarang menelan biaya sebesar € 164 juta euro dengan 85% pembiayaan dari pemerintah Prancis dan sisanya adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni. Pusat data tersebut nantinya memiliki prosesor 25.000 cores, lalu memorinya mencapai 200 TB, sementara itu penyimpanannya atau storage sebesar 40 PB, dan akan ditenagai oleh listrik secara mekanikal sebesar 20 MW.
Selain PDN Cikarang, pemerintah diketahui akan membangun tiga PDN untuk memenuhi kebutuhan layanan publik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dan Batam, Kepulauan Riau.

