Hashim Djojohadikusumo Ingin Prabowo-Gibran Lampaui Vietnam soal Penerimaan Negara
JAKARTA, investortrust.id - CEO Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo mengungkap, pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan membidik target penerimaan negara mencapai 23% dari total produk domestik bruto (PDB) nasional. Dia mengungkap target ini telah tertuang dalam Astacita milik Prabowo-Gibran.
Dia menjelaskan target 23% itu telah dirumuskan oleh dirinya bersama tim dan menekankan angka tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Bahkan dia mengungkap, bersama tim perumus telah melakukan pertemuan dengan Bank Dunia sebanyak tujuh kali, membahas strategi guna mencapai target rasio penerimaan negara sebesar 23% dari PDB.
Hashim yang baru didapuk sebagai ketua Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, blak-blakan menyebut saat ini tax ratio atau rasio pajak masih terbilang rendah, yakni berkisar 10-10,5%. Sedangkan total penerimaan negara yang bersumber dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), cukai dan lain-lain diperkirakan akhir tahun ini hanya mencapai kisaran 12,7%.
Baca Juga
Deretan Tokoh dan Pengusaha Hadiri Diskusi Kadin dengan Hashim: Hary Tanoe hingga John Riady
Dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, kata Hashim, Indonesia masih tertinggal soal urusan rasio penerimaan. Dia mencontohkan, Kamboja saat ini memiliki rasio penerimaan di kisaran 18%, bahkan Vietnam telah mencapai rasio penerimaan sebesar 23%. Dalam hal ini, Hashim ingin agar pemerintahan Prabowo-Gibran dapat mengejar Vietnam soal penerimaan negara.
"Kenapa (Indonesia tertinggal)? Karena penegakkan aturan belum maksimal. Di Kamboja (penegakkan aturan) lebih maksimal, di Vietnam apalagi, waktu itu Bank Dunia ketemu tim saya. Mereka katakan There's no reason why you cannot reach Kambodia, There's no reason why you cannot reach Vietnam," kata Hashim saat berdialog dengan pengurus Kadin di Menara Kadin, Jakarta, Senin (7/10/2024).
Dia optimistis Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran akan mencapai target rasio penerimaan negara dari PDB sebesar 23% sekaligus mengejar ketertinggalan dari Vietnam dan negara lain. Namun ia menekankan untuk mencapai target tersebut, pemerintah harus dapat memanfaatkan fitur seperti artificial intelligent (AI) serta informasi dan teknologi (IT).
"Bank Dunia sudah siap untuk bantu kita, kita tidak hanya akan mencapai 18%, (tapi) kita (dapat) mencapai 23%," tegas dia.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, ia sekaligus membocorkan informasi bahwa Prabowo-Gibran dipastikan akan membentuk badan atau kementerian penerimaan negara. Badan atau kementerian ini nantinya akan ditugaskan untuk menggenjot penerimaan negara.
Diketahui saat ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Bea Cukai, sebagai dua institusi penerimaan negara, masih terintegrasi di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Astacita ke delapan itu penerima negara, Badan Penerimaan Negara nanti jadi Kementerian Peneriman Negara, menterinya sudah ada disitu, kan jelas, Prabowo-Gibran akan menuju (target) penerimaan negara 23% dari GDP," tutur dia.

