Jusuf Wanandi hingga Zawawi Imron Diganjar Penghargaan Achmad Bakrie, Wapres Beri Wejangan Begini
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Presiden (Wapres), KH Ma’ruf Amin mengapresiasi penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie kepada Jusuf Wanandi, D Zawawi Imron, Afriyanti Sumboja, dr Harapan, dan Grandprix Thomryes Marth Kadja. Wapres juga memberikan wejangan kepada siapa pun yang ingin meraih kesuksesan.
“Kisah hidup Bapak Haji Achmad Bakrie menjadi inspirasi dan membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja yang memiliki semangat tinggi, kerja keras, dan ketekunan,” tegas Wapres Ma’ruf Amin pada puncak acara Malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 di Ciputra Artpreneur Theatre, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/8/2024) malam.
Keluarga Bakrie menganugerahkan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 kepada lima tokoh yang telah berjasa mengabdikan hidupnya untuk berkarya dan bermanfaat bagi orang banyak. Jusuf Wanandi diganjar penghargaan untuk kategori Pemikiran Sosial, D Zawawi Imron untuk Seni dan Budaya: Sastra, Afriyanti Sumboja untuk Sains dan Teknologi, dr Harapan untuk Kesehatan, dan Grandprix Thomryes Marth Kadja untuk kategori Penghargaan Khusus: Ilmuwan Muda.
Acara itu ditayangkan tvOne pada Minggu (25/8/2024) pukul 19.30-21.00 WIB dan di ANTV pukul 22.00-23.00 WIB, serta live streaming di channel YouTube @tvOneNews @ANTV_official dan @PortalVIVAcoid.
Malam puncak acara dihadiri keluarga Bakrie serta sejumlah tokoh penting di Tanah Air. Selain Wapres KH Ma’ruf Amin, hadir di antaranya mantan Wapres Jusuf Kalla, Menteri BUMN Erick Thohir, dan tokoh-tokoh penting lainnya. Acara ini dimeriahkan penyanyi Bulan Sutena dan Novia Bachmid diiringi musik komposisi Magenta Orkestra.
Baca Juga
Atas Jasa-jasanya, Lima Tokoh Ini Dianugerahi Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024
Menurut Wapres Ma’ruf Amin, Achmad Bakrie merupakan tokoh visioner yang memiliki visi besar dalam memajukan Indonesia melalui berbagai bidang usaha dan filantropi. Founder kelompok usaha Bakrie itu juga berbagi sumber daya pribadi untuk kemaslahatan bangsa.
“Kepedulian yang tinggi terhadap inovasi dan pengembangan sumber daya manusia telah mengilhami hadirnya penghargaan Achmad Bakrie,” tutur Wapres.
Bisa Menginspirasi Generasi Muda
Ketua Penyelenggara Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024, Aninditha Anestya Bakrie mengungkapkan, Penghargaan Achmad Bakrie adalah satu bentuk apresiasi dari keluarga Bakrie untuk para putra-putri terbaik bangsa dengan pencapaian luar biasa. Mereka menginspirasi dan bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia.
“Kami berharap Penghargaan Achmad Bakrie bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi para generasi muda yang memang mempunyai ketertarikan atau fokus di bidang-bidang yang jarang digeluti,” ujar Ditha.
Ditha menjelaskan, sejak digelar pertama kali pada 2003, Penghargaan Achmad Bakrie dihelat setiap tahun sebagai bentuk penghormatan Bakrie Group kepada tokoh-tokoh inspiratif dengan pencapaian dan karya yang bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia.
Menurut Ditha, para penerima penghargaan dipilih dewan juri yang kompeten dan kredibel dengan berbagai latar belakang dan kepakaran. Peraih penghargaan ditetapkan setelah melalui seleksi ketat dan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan berbagai aspek.
Dewan juri Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 dipimpin Rektor Universitas Bakrie, Prof Sofia W Alisjahbana. Adapun anggota dewan juri terdiri atas Prof Panut Mulyono (Rektor UGM 2017-2022 dan Ketua Forum Rektor Indonesia 2021-2022) dan Laksana Tri Handoko (Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, yang juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2008).
Anggota dewan juri lainnya yaitu Ninik Rahayu (Ketua Dewan Pers Indonesia 2022-2025/Komisioner Komnas Perempuan 2006-2009 dan 2010-2014), Yose Rizal Damuri (Direktur Eksekutif CSIS), Luthfi Assyaukanie (Freedom Institute), serta Nong Darol Mahmada (Freedom Institute).
Tahun ini juga dilakukan rekategorisasi bidang penghargaan menjadi lima bidang, yaitu Pemikiran Sosial, Seni dan Budaya, Sains dan Teknologi, Kesehatan, dan Penghargaan Khusus. Bidang ini akan menjadi kategori tetap untuk penghargaan tahun-tahun berikutnya.
Baca Juga
Para penerima penghargaan tahun ini menerima tropi baru Penghargaan Achmad Bakrie yang didesain khusus oleh seniman dan influencer seni, Nabil Muhdor alias Bill Mohdor. Tropi menggambarkan Trimatra Bakrie, yaitu Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan.
“Trimatra Bakrie masih terus dijalankan sebagai bentuk komitmen pada pembangunan bangsa dan negara Indonesia untuk menghargai karya-karya terbaik, kreatif, dan inovatif yang ditujukan bagi kemajuan dan perkembangan positif bangsa Indonesia,” tegas Ditha.
Penyelenggaraan acara ini didukung kelompok usaha Bakrie melalui Bakrie untuk Negeri, bekerja sama dengan Universitas Bakrie, Freedom Institute, dan VIVA Group. Penghargaan digelar setiap tahun pada bulan Agustus, bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI.
Sejak digelar pertama kali pada 2003, Penghargaan Achmad Bakrie diberikan kepada 86 penerima, terdiri atas 82 perorangan dan empat lembaga atau kelompok. Ditambah tahun ini, total penerima penghargaan ikon founder kelompok usaha Bakrie itu berjumlah 91 penerima.
Bukan Cuma Prestasi
Ketua Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie, Prof Sofia Alisjahbana mengatakan, dalam memilih kandidat dan memutuskan penerima, dewan juri tidak hanya menilai karya dan prestasi, namun juga aspek kemanfaatan bagi masyarakat.
“Sesuai dengan nilai yang ada pada Penghargaan Achmad Bakrie, dalam melakukan penjurian, kami juga memperhatikan aspek kemanfaatan. Itu sebabnya, penerima penghargaan adalah orang Indonesia yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk berkarya serta bermanfaat bagi orang banyak,” papar dia.
Berikut penerima Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 secara lengkap:
Pemikiran Sosial
Jusuf Wanandi, SH.
Intelektual lintas generasi yang karya-karyanya berpengaruh dalam membentuk tradisi pemikiran sosial di Indonesia, khususnya seputar demokrasi, pemerintahan, dan hubungan internasional.
Seni Dan Budaya: Sastra
D Zawawi Imron
Sastrawan asal Madura yang puisi-puisinya kerap memotret lanskap alam yang polos dan imaji halus tentang kehidupan perdesaan. Metafora dalam karya-karyanya menghadirkan berbagai segi dan watak manusia yang tak terduga.
Sains dan Teknologi
Afriyanti Sumboja, B.Eng., Ph.D.
Periset yang menjadi representasi aktif Indonesia di kancah global dalam bidang riset fundamental dan terdepan di bidang teknik material untuk pengembangan baterai generasi mendatang dengan performa penyimpanan energi yang lebih besar.
Kesehatan
dr Harapan, DTM&H., M.Infect.Dis., Ph.D.
Virolog dan pakar kesehatan masyarakat asal Aceh dengan kontribusi riset pengembangan kajian epidemiologi molekuler dan investigasi kesehatan masyarakat terkait Arbovirus (virus dengue dan chikungunya), serta ekuitas dan penerimaan vaksinasi di Indonesia.
Penghargaan Khusus: Ilmuwan Muda
Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja
Ilmuwan Muda (31 tahun) pengembang material nano sebagai katalis untuk energi berkelanjutan.

