Atas Jasa-jasanya, Lima Tokoh Ini Dianugerahi Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024
JAKARTA, investortrust.id – Keluarga Bakrie menganugerahkan Penghargaan Achmad Bakrie kepada lima tokoh yang telah berjasa mengabdikan hidupnya untuk berkarya dan bermanfaat bagi orang banyak. Mereka adalah Jusuf Wanandi (Pemikiran Sosial), D Zawawi Imron (Seni dan Budaya: Sastra), Afriyanti Sumboja (Sains dan Teknologi), dr Harapan (Kesehatan), dan Grandprix Thomryes Marth Kadja (Penghargaan Khusus: Ilmuwan Muda).
“Penghargaan Achmad Bakrie merupakan inisiatif keluarga Bakrie untuk mengapresiasi putra-putri Indonesia yang memiliki pencapaian dan karya inspiratif yang bermanfaat bagi Indonesia, bahkan dunia,” kata Ketua Penyelenggara Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024, Aninditha Anestya Bakrie dalam keterangan tertulis yang diterima investortrust.id, Kamis (15/8/2024).
Menurut Ditha, para penerima penghargaan dipilih dewan juri yang kompeten dengan berbagai latar belakang dan kepakaran. Peraih penghargaan ditetapkan setelah melalui seleksi ketat dan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan berbagai aspek.
“Tahun ini profil dewan jurinya kami buka agar masyarakat dapat mengetahui bahwa para penerima dipilih dewan juri yang sangat kompeten dan kredibel,” ujar dia.
Ditha menjelaskan, dewan juri Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 dipimpin Rektor Universitas Bakrie, Prof Sofia W Alisjahbana. Adapun anggota dewan juri terdiri atas Prof Panut Mulyono (Rektor UGM 2017-2022 dan Ketua Forum Rektor Indonesia 2021-2022) dan Laksana Tri Handoko (Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, yang juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2008).
Anggota dewan juri lainnya yaitu Ninik Rahayu (Ketua Dewan Pers Indonesia 2022-2025/Komisioner Komnas Perempuan 2006-2009 dan 2010-2014), Yose Rizal Damuri (Direktur Eksekutif CSIS), Luthfi Assyaukanie (Freedom Institute), serta Nong Darol Mahmada (Freedom Institute).
“Tahun juga dilakukan rekategorisasi bidang penghargaan menjadi lima bidang, yaitu Pemikiran Sosial, Seni dan Budaya, Sains dan Teknologi, Kesehatan, dan Penghargaan Khusus. Bidang ini akan menjadi kategori tetap untuk penghargaan tahun-tahun berikutnya,” tutur Ditha.
Aninditha mengungkapkan, para penerima penghargaan tahun ini juga akan menerima tropi baru Penghargaan Achmad Bakrie yang didesain khusus oleh seniman dan influencer seni, Nabil Muhdor alias Bill Mohdor. Tropi menggambarkan Trimatra Bakrie, yaitu Keindonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan.
“Trimatra Bakrie masih terus dijalankan sebagai bentuk komitmen pada pembangunan bangsa dan negara Indonesia untuk menghargai karya-karya terbaik, kreatif, dan inovatif yang ditujukan bagi kemajuan dan perkembangan positif bangsa Indonesia,” tegas Ditha.
Penyelenggaraan acara ini didukung kelompok usaha Bakrie melalui Bakrie untuk Negeri, bekerja sama dengan Universitas Bakrie, Freedom Institute, dan VIVA Group. Penghargaan digelar setiap tahun pada bulan Agustus, bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI.
Sejak digelar pertama kali pada 2003, Penghargaan Achmad Bakrie diberikan kepada 86 penerima, terdiri atas 82 perorangan dan empat lembaga atau kelompok. Ditambah tahun ini, total penerima penghargaan ikon founder kelompok usaha Bakrie itu berjumlah 91 penerima.
Bukan Cuma Prestasi
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie, Prof Sofia Alisjahbana mengemukakan, kendati ada perdebatan dalam proses penjurian, para juri yang berasal dari berbagai latar belakang cukup kompak. Dalam memilih kandidat dan memutuskan penerima, dewan juri tidak hanya menilai karya dan prestasi, namun juga aspek kemanfaatan bagi masyarakat.
“Sesuai dengan nilai yang ada pada Penghargaan Achmad Bakrie, dalam melakukan penjurian, kami juga memperhatikan aspek kemanfaatan,” tandas Sofia.
Itu sebabnya, kata Sofia, penerima penghargaan adalah orang Indonesia yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk berkarya serta bermanfaat bagi orang banyak.
Aninditha Anestya Bakrie menuturkan, semua penerima bersedia menerima penghargaan dan akan hadir pada acara Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024. “Kami berharap para penerima terus berkarya dan berkontribusi untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera,” papar dia.
Ditha mengatakan, sesuai tradisi Penghargaan Achmad Bakrie, sebelum acara utama diselenggarakan para penerima penghargaan akan diundang dalam sesi ramah-tamah dengan keluarga Bakrie. “Tujuannya untuk menjalin keakraban dan sebagai bentuk penghormatan kepada para penerima penghargaan,” ucap dia.
Malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024, menurut Ditha, bakal digelar di Ciputra Artpreneur Theatre, dengan dipandu Andromeda Mercury dan Anna Thaeleta. Acara tersebut akan dimeriahkan penyanyi Bulan Sutena dan Novia Bachmid, serta diiringi musik komposisi dari Magenta Orchestra dan dancer JLDC.
Ditha menambahkan, tayangan Malam Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 dapat disaksikan di tvOne pada Minggu (25/8/2024), pukul 19.30-21.00 WIB. Juga di ANTV pukul 22.00-23.00 WIB. Acara ini pun dapat disaksikan melalui Live streaming di channel YouTube @tvOneNews @ANTV_official dan @PortalVIVAcoid.
Info mengenai Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 serta untuk liputan eksklusif dan info menarik lainnya dapat diikuti melalui media sosial:
Instagram & Tiktok: @penghargaanachmadbakrie
X: @P_AchmadBakrie
Facebook: PenghargaanAchmadBakrie
Instagram: @tvonenews dan @antv
Berikut penerima Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024 secara lengkap:
Pemikiran Sosial
Jusuf Wanandi, SH.
Intelektual lintas generasi yang karya-karyanya berpengaruh dalam membentuk tradisi pemikiran sosial di Indonesia, khususnya seputar demokrasi, pemerintahan, dan hubungan internasional.
Seni dan Budaya: Sastra
D Zawawi Imron
Sastrawan asal Madura yang puisi-puisinya kerap memotret lanskap alam yang polos dan imaji halus tentang kehidupan perdesaan. Metafora dalam karya-karyanya menghadirkan berbagai segi dan watak manusia yang tak terduga.
Sains dan Teknologi
Afriyanti Sumboja, B.Eng., Ph.D.
Periset yang menjadi representasi aktif Indonesia di kancah global dalam bidang riset fundamental dan terdepan di bidang teknik material untuk pengembangan baterai generasi mendatang dengan performa penyimpanan energi yang lebih besar.
Kesehatan
dr Harapan, DTM&H., M.Infect.Dis., Ph.D.
Virolog dan pakar kesehatan masyarakat asal Aceh dengan kontribusi riset pengembangan kajian epidemiologi molekuler dan investigasi kesehatan masyarakat terkait Arbovirus (virus dengue dan chikungunya), serta ekuitas dan penerimaan vaksinasi di Indonesia.
Penghargaan Khusus: Ilmuwan Muda
Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja
Ilmuwan Muda (31 tahun) pengembang material nano sebagai katalis untuk energi berkelanjutan.

