Tenang! Sistem Peringatan Dini Bencana lewat TV Digital Segera Diluncurkan
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) bencana melalui siaran TV digital segera diluncurkan.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kemenkominfo, Wayan Toni Supriyanto mengatakan, sistem peringatan dini bencana melalui siaran televisi digital akan meluncur dalam beberapa pekan ke depan.
Baca Juga
Sistem Peringatan Dini Bencana di RI Tak Efektif, Begini Kata Kemenkominfo
Dia mengeklaim Kemenkominfo sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menjalankan sistem tersebut.
"Rencananya September (diluncurkan), set top box yang tersertifikasi Kemenkominfo akan menerima peringatan ketika terjadi bencana. Jadi, sensor-sensor BMKG dibangun sistemnya, kemudian dikirimkan informasinya ke (siaran) televisi digital," kata Wayan ketika ditemui di Pondok Indah Golf Range, Jakarta Selatan, Minggu (25/8/2024).
Wayan menjelaskan, peringatan dini bencana melalui siaran televisi digital akan berupa notifikasi yang akan menginterupsi siaran. Siaran televisi digital di lokasi yang mengalami bencana akan terhenti sementara dan berganti peringatan dini bencana.
Untuk identifikasi lokasi, menurut Wayan Toni Supriyanto, sistem peringatan dini bencana melalui siaran televisi digital menggunakan kode pos yang wajib diisi pengguna set top box atau televisi.
Wayan mengungkapkan, peringatan dini bencana akan dikirimkan apabila terjadi gempa bumi, tsunami, atau letusan gunung berapi di suatu wilayah.
"Jangan diisi kode pos yang tidak sesuai dengan wilayah penggunanya berada. Sebab, jika nanti terjadi bencana di wilayah yang ada di kode pos itu, tidak akan terkirim ke perangkat yang tidak mengisi sesuai dengan kode pos walaupun lokasinya di sana," papar dia.
Wayan menambahkan, sistem peringatan dini bencana yang akan diluncurkan dalam waktu dekat didukung pemerintah Jepang. Pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo menerima bantuan perangkat lunak untuk menjalankan sistem tersebut.
Cara Menghadapi Bencana
Jepang merupakan negara yang sangat maju dalam urusan peringatan dini bencana. Hal itu tidak terlepas dari kerawanan bencana, khususnya gempa bumi berskala besar yang kerap mengguncang Negeri Sakura.
Sistem peringatan dini bencana melalui televisi digital akan didukung sistem komunikasi bencana yang terintegrasi antar-kementerian/lembaga (K/L) terkait. Sistem dimaksud adalah jaringan telekomunikasi berbasis radio dengan standar Public Protection and Disaster Relief (PPDR).
"BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) pakai sistem yang berbeda, BMKG pakai yang berbeda. Kemudian unit-unit lainnya pakai yang berbeda juga. Nah, itu nanti akan dibuat terintegrasi dengan sistem yang disebut PPDR ini," kata Direktur Pengembangan Pita Lebar Marvels Parsaoran Situmorang di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga
Cegah Kerugian Ekonomi Terulang, Menko Airlangga Gelar Apel Siaga Bencana di Sumsel
Belakangan ini kabar bahwa gempa berkekuatan amat dahsyat (Megathrust) bakal segera mengguncang Indonesia, kembali merebak. Merespons hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tidak panik.
Apalagi, menurut BNPB, kabar yang menghebohkan ini telah lama muncul dan terus berulang. BNPB berharap masyarakat tidak hanya diberikan informasi tentang potensi ancaman gempa tersebut. Yang terpenting adalah cara menghadapinya.

