Kementerian PU Gandeng BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini guna Antisipasi Bencana Alam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) di kawasan proyek infrastruktur dalam rangka mengantisipasi potensi bencana alam menuju akhir tahun 2025.
Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti menyatakan, kerja sama tersebut mencakup penyediaan data cuaca harian, termasuk informasi curah hujan, arah angin, serta kondisi musim hujan yang diperbarui secara berkala.
“Untuk early warning system-nya kami sudah bersama-sama dengan BMKG. Kami terus mendapatkan informasi terkait curah hujan setiap hari, arah angin, dan musim hujan,” kata Diana kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).
Informasi BMKG tersebut, lanjutnya, ditampilkan melalui papan informasi di jalan tol agar dapat diakses oleh badan usaha jalan tol (BUJT) dan pengguna jalan. “Informasi-informasi itu kita taruh di papan yang di jalan tol. Jadi pengguna jalan tol bisa lebih berhati-hati,” ujar Diana.
Diana menambahkan, pihaknya bersama BMKG telah menandatangani nota kesepahaman terkait informasi ramalan cuaca yang mencakup wilayah jalan tol, sungai, hingga bangunan gedung di kabupaten/kota.
“Kami juga sudah ada kerja sama dengan BMKG untuk masalah data, baik itu untuk jalan tol, sungai-sungai, maupun bangunan gedung,” jelasnya.
Menurut Diana, curah hujan tinggi diperkirakan akan terjadi di wilayah Jawa pada November sehingga diperlukan kewaspadaan lebih dalam menghadapi potensi bencana alam di penghujung tahun 2025.
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) telah memastikan Tol Cipularang aman dilewati meski ada tanah longsor terjadi di area persawahan. Lokasi tanah longsor itu tepatnya berada di KM 118+500, pada sisi ruas Tol Cipularang arah Bandung atau sekitar 30 meter dari bahu jalan.
Adapun peristiwa ini terjadi pada Senin (20/10/2025) pukul 15.00 WIB, berada di wilayah Kampung Tegalaja, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat.
Baca Juga
Prabowo Terima Kunjungan Delegasi PEA, Bahas Kerja Sama Energi, Infrastruktur, dan Pendidikan
Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola Ruas Tol Cipularang bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) telah melakukan penanganan menggunakan dua alat berat ekscavator, berupa normalisasi saluran crossing. Penanganan dilakukan di hari yang sama pada pukul 16.00 WIB, dengan pemasangan rambu pengamanan dan kondisi lalu lintas tetap normal lancar.
“Berdasarkan analisis menggunakan inklinometer dan piezometer di lokasi kejadian. Kondisi tanah dinyatakan stabil dan aman untuk tetap dilintasi,” kata Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Pasteur Bandung, Agni Mayvinna dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (30/10/2025).

