ISPA Jadi Penyakit dengan Klaim Tertinggi, Allianz Indonesia Bagikan Tips Penanganannya
JAKARTA, investortrust.id - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sebagai penyakit dengan jumlah klaim tertinggi dari nasabah Allianz sepanjang 2024. Sekitar 30 ribu kasus klaim terkait ISPA menunjukkan penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Allianz Indonesia membagikan tipis penanganannya.
Head of Claim, Cashless, Credentialing, Payment, and Data Analytics Allianz Life Indonesia, Tubagus Argie FS Sunartadirdja mengungkapkan, ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah dan bisa disebabkan virus atau bakteri.
Argie menekankan pentingnya mengenali perbedaan penyebab ISPA agar masyarakat tidak salah langkah dalam penanganannya. “Dengan mengetahui perbedaannya, kita bisa menentukan penanganan yang tepat dan mengukur tingkat keparahannya,” ujar Tubagus Argie dalam keterangan pers, Jumat (20/6/2025).
Baca Juga
Hingga Semester I 2024, Sequis Life Catat Klaim Penyakit Pernapasan Rp 22,25 Miliar
Menurut Argie, gejala ISPA akibat virus biasanya lebih ringan, seperti batuk berdahak dengan warna bening dan kadang tanpa demam. Sedangkan ISPA akibat bakteri umumnya ditandai batuk berdahak berwarna kuning hingga kehijauan diikuti demam tinggi yang berlangsung lama serta gejala yang lebih berat.
Untuk ISPA akibat virus, Argie mengimbau penderita tidak perlu mengonsumsi antibiotik, cukup istirahat, banyak minum air, konsumsi obat penurun demam, dan vitamin. Juga tak lupa fokus pada peningkatan daya tahan tubuh. Jika gejala memburuk, segera konsultasikan ke dokter.
Adapun untuk penanganan ISPA akibat bakteri, kata Argie, penderita perlu antibiotik sesuai resep dokter yang harus dikonsumsi hingga habis. “Penderita berisiko komplikasi lebih tinggi jika tidak diobati dengan tepat. Juga memiliki gejala khas, seperti demam tinggi, sesak napas, dan dahak kuning kehijauan,” tutur dia.
Baca Juga
Argie mengungkapkan, Allianz Indonesia mengimbau nasabah untuk memanfaatkan layanan telekonsultasi yang tersedia agar bisa mendapatkan diagnosis awal dan penanganan yang cepat dan tepat. Akses layanan medis secara digital dinilai efektif dalam mempercepat proses penyembuhan sekaligus mengurangi risiko komplikasi.
Menurut dia, untuk mencegah ISPA, masyarakat dapat menerapkan sejumlah langkah, seperti menggunakan masker saat kualitas udara buruk, menjaga ventilasi dan kebersihan udara di rumah, rutin membersihkan AC dan filter udara, menghindari paparan asap rokok, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.“Kita tidak bisa menghindari tingginya polusi udara, namun kita bisa melakukan berbagai langkah untuk melindungi diri. ISPA, baik karena virus maupun bakteri, umumnya dipicu oleh kekebalan tubuh yang lemah dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung,” kata Argie.

