Polri Mutasi Besar-besaran, Ini Daftar 6 Wakapolda yang Dirotasi Kapolri Suyudi
JAKARTA, investortrust.id - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi dan rotasi 264 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri. Mutasi besar-besaran di Korps Bhayangkara itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.
Dalam surat telegram itu, sejumlah posisi strategis di Mabes Polri dan kewilayahan yang bergeser. Termasuk enam jabatan wakil kepala kepolisian daerah (wakapolda).
Kalemprofpol Waketbid Kermadianmas STIK Lemdiklat Polri, Kombes Dhani Kristianto dipromosikan sebagai Wakapolda Sumatra Barat (Sumbar). Kombes Pol Dhani menggantikan Brigjen Solihin yang ditugaskan ke Kemenko Polkam. Kemudian, Kasespimti Sespim Lemdiklat Polri Brigjen Pol Eko Suprihanto diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolda Sulbar. Brigjen Eko menggantikan Brigjen Pol Hari Santoso yang ditunjuk sebagai Perencana Umum Stamarena Polri.
Baca Juga
Soal Isu Sejumlah Jenderal Polisi Diperiksa Propam, Mabes Polri: Kami Cek
Terdapat juga nama Brigjen Pol Yohanes Agus Rijanto yang ditunjuk sebagai Wakapolda Papua Barat. Brigjen Yohanes yang sebelumnya menjabat sebagai Dirsosbud Baintelkam Polri menggantikan Brigjen Pol Sulastiana yang digeser menjadi Perencana Anggaran Utama Stamarena Polri. Kemudian, auditor Sispamobvitnas Utama Baharkam Polri Brigjen Pol Harry Kurniawan diangkat sebagai Wakapolda NTB. Brigjen Harry menggantikan Brigjen Pol Hari Nugroho yang dimutasi menjadi teknisi KBR Utama Korbrimob Polri.
Promosi jabatan juga diterima Dirprog Sarjana STIK Lemdiklat Polri Brigjen Polri Singgamata yang diangkat sebagai Wakapolda NTB. Brigjen Singgamata menggantikan Brigjen Pol Sumarto yang menjadi dosen kepolisian utama STIK Lemdiklat Polri. Kemudian Karoops Polda Metro Jaya Brigjen Pol Laode Aries El Fathar diangkat sebagai Wakapolda Gorontalo menggantikan Brigjen Pol Dedy Suhartono yang dimutasi analis kebijakan utama Shabara Baharkam Polri.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya mengatakan, mutasi merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang.
"Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri. Hal ini juga menjadi upaya penyegaran organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas berjalan optimal, seiring dengan perkembangan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks," ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Johnny menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah jabatan. Ia berharap pengalaman dan capaian yang telah ditorehkan dapat menjadi bagian dari penguatan organisasi Polri ke depan.
"Kepada pejabat yang telah menyelesaikan tugas pada jabatan sebelumnya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pengabdian serta kontribusinya. Sementara kepada pejabat yang mendapatkan amanah baru, kami berharap dapat segera menyesuaikan diri, memahami karakteristik lingkungan tugas, serta melanjutkan program dan kebijakan yang telah berjalan dengan baik," ungkapnya.
Baca Juga
Kapolri Mutasi 264 Pati dan Pamen Polri, Terkait Isu Penangkapan Jenderal Polisi?
Ia juga mengingatkan setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan profesionalisme, integritas, serta orientasi pada pelayanan masyarakat. Para pejabat baru diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang responsif, adaptif, dan solutif dalam menjawab berbagai tantangan tugas di wilayah maupun satuan kerja masing-masing.
"Yang terpenting adalah bagaimana setiap pejabat mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat," katanya.
