Bedah Rumah Targetkan 400.000 Unit di 2026, Ini Program Prabowo untuk Hunian Layak
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mempercepat Program Bedah Rumah 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Program bedah rumah yang sebelumnya dikenal sebagai bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tersebut membidik 400.000 rumah tidak layak huni untuk direnovasi sepanjang 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait telah menghadap Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jumat (25/9/2026). Dalam pertemuan itu, Menteri Ara, sapaan Maruarar Sirait melaporkan perkembangan di sejumlah program Kementerian PKP, di antaranya, bedah rumah rakyat, program gentengisasi, dan program gerakan Indonesia ASRI atau aman, sehat, resik, dan indah.
Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan rumah yang layak, sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Kementerian PKP memastikan akan terus memperkuat kolaborasi dan memastikan program perumahan berjalan tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Baca Juga
Menteri Ara Laporkan ke Prabowo soal Program Bedah Rumah Rakyat hingga Gerakan ASRI
Untuk menjalankan program bedah rumah Kementerian PKP mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8,3 triliun pada 2026. Kementerian PKP menyebut peningkatan program tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam mengatasi persoalan rumah tidak layak huni. Pada 2025, jumlah rumah yang diperbaiki melalui program serupa sekitar 45.000 unit, kemudian naik drastis nyaris 800% menjadi 400.000 unit pada 2026.
Bantuan hingga Rp 40 Juta
Besaran bantuan disesuaikan dengan lokasi rumah. Untuk wilayah reguler, bantuan mencapai Rp 20 juta per unit dengan perincirian Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah pekerja.
Khusus wilayah Papua dan Maluku Utara, nilai bantuan mencapai Rp25 juta per unit, yang terdiri dari Rp 21,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 3,5 juta untuk upah pekerja.
Sementara untuk wilayah pegunungan, pulau-pulau kecil, serta daerah terluar di Papua dan Maluku Utara, bantuan dapat mencapai Rp 40 juta per unit, terdiri dari Rp 35 juta untuk bahan bangunan dan Rp 5 juta untuk upah pekerja.
Siapa yang Bisa Mendapatkan Bantuan Program Bedah Rumah?
Program beda rumah ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menempati rumah tidak layak huni dan memenuhi persyaratan program. Proses penerimaannya dilakukan melalui tahapan pengusulan, pemeriksaan dokumen, serta verifikasi faktual di lapangan.
Kementerian PKP juga melakukan penyederhanaan sejumlah persyaratan melalui Peraturan Menteri PKP Nomor 6 Tahun 2026. Salah satunya, persyaratan terkait masa menempati rumah disederhanakan dari tiga tahun menjadi satu tahun. Bukti penguasaan tanah juga dapat menggunakan surat keterangan pernyataan menempati yang diketahui lurah atau kepala desa.
Selain itu, program BSPS secara nomenklatur telah berganti menjadi program bedah rumah berdasarkan Permen PKP Nomor 6 Tahun 2026. Ketentuan sebelumnya tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan aturan baru.
Percepat Verifikasi Penerima
Pemerintah memperkuat proses verifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Hingga 1 September 2026, sebanyak 336.176 unitntelah menjalani verifikasi faktual dan 188.356 unit telah direkomendasikan sebagai calon penerima. Sementara usulan masyarakat mencapai sekitar 2,2 juta unit.
Baca Juga
Menteri Ara Andalkan Rp 180 Triliun Pembiayaan di Luar APBN untuk Bangun dan Bedah Rumah
Kementerian PKP bersama pemerintah daerah dan BPS juga terus mempercepat proses verifikasi calon penerima. Pemerintah daerah memiliki peran penting karena menjadi ujung tombak dalam memastikan kondisi rumah dan kelayakan calon penerima di lapangan.
Dengan perluasan program tersebut, pemerintah menargetkan perbaikan kualitas hunian masyarakat sekaligus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni. Pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan gotong royong agar masyarakat penerima tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga terlibat dalam proses peningkatan kualitas rumahnya.
